TERNATE (kalesang) – Proses hukum kasus dugaan penganiayaan dan intimidasi dilakukan sopir Wakil Ketua II DPRD Kota Ternate, Maluku Utara, Arifin Djafar, terhadap Jurnalis bernama Fadli Kayoa mulai dilakukan penyelidikan.
Kapolres Ternate, AKBP Niko Irawan melalui Kasi Humas Polres Ternate, Wahyuddin kepada kalesang.id mengatakan, saat ini pihaknya telah menerima laporan terkait kasus dugaan intimidasi atau penganiayaan tersebut.
“Iya benar, ada seorang Jurnalis dari Malut Post yang membuat laporan Polisi terkait dugaan intimidasi atau penganiayaan yang dilakukan oleh seseorang.” Ucapnya, Selasa (23/4/2024).
BACA JUGA: Sopir Wakil Ketua II DPRD Ternate Diduga Aniaya Seorang Wartawan
Sesuai keterangan pelapor, lanjut Wahyuddin, kejadiannya di depan Sekretariat Partai Golkar di Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara.
“Selanjutnya kita tunggu perkembangan penyelidikan dari penyidik.” Tandasnya.
Sekadar diketahui, peristiwa tersebut bermula ketika Fadli yang berinisiatif untuk mewawancarai Arifin Djafar di Sekretariat Partai Golkar di Kelurahan Kalumpang soal rekomendasi Partai Golkar terkait bakal calon Gubernur Maluku Utara, sekitar 17:00 WIT.
“Saya mau konfirmasi Pak Sek Golkar, cuma sopir bilang mereka sudah mau pulang. Jadi disitu dia marah-mara. Dia bilang mereka sudah mau pulang, jangan kamu halangi jangan sampai saya pukul kamu.” Kata Fadli.
Meskipun begitu, lanjut Fadli, dirinya sudah meminta waktu 10 menit untuk mewawancarai Arifin Djafar tetapi pelaku bersi keras untuk mengahalanginya.
“Dia bilang kamu belum tahu saya. Saya ini kenal kamu punya senior-senior banyak dan mereka juga sudah kenal saya punya karakter.” Kata Fadli.
Fadli menambahkan, dirinya dipukul di bagian belakang kepala sebanyak satu kali. Bahkan, ia didorong dan mendapat ancaman.
Tidak hanya itu, ia juga dimaki-maki dan handphone miliknya pun direbut oleh pelaku karena pelaku ingin menghapus foto miliknya yang sudah sempat diambil oleh korban.
“Silahkan lapor saya di kamu punya senior. Saya tidak takut. Bilang saya punya nama Rio, saya tidak takut.” Ujar Fadli meniru ancaman pelaku.
Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Yunita Kaunar
