Membaca Realitas

Pertamina dan BKSDA Maluku Lepasliarkan Satwa Endemik di Gunung Salahutu

MALUKU (kalesang) – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura, bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku, melepasliarkan satwa endemik di kaki Gunung Salahutu, Negeri Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah beru-baru ini.

Ahmad Hidayat, AFT Manager Pertamina Pattimura, mengungkapkan bahwa pelepasliaran satwa seperti Nuri Bayan, Nuri Maluku, Ular Sanca Kembang, dan Ular Boa Pohon merupakan bagian dari program CSR Pertamina bersama BKSDA Maluku.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap pelestarian keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasi Pertamina Patra Niaga, khususnya AFT Pattimura Ambon,” ujar Ahmad.  Lebih lanjut ia mengatakan eksistensi keanekaragaman hayati adalah tanggung jawab kita semua. Kita harus menjaga kelestarian ini untuk generasi mendatang.

Kepala BKSDA Maluku, Danny Pattipeilohy, menambahkan bahwa pelepasliaran ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi satwa dilindungi.

“Satwa yang dilepasliarkan ini merupakan hasil sitaan, temuan, translokasi, dan penyerahan yang telah melalui proses karantina serta rehabilitasi. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mendukung upaya pelestarian satwa yang dilindungi,” kata Danny.

Selama 2024, AFT Pertamina Pattimura bersama BKSDA Maluku telah melepasliarkan sekitar 400 satwa endemik yang terdiri dari berbagai jenis burung, reptil, dan mamalia.

Pjs. Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Edi Mangun, menegaskan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung prinsip Environmental, Social, Governance (ESG).

“Program CSR Pertamina adalah bentuk kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, poin 15 terkait Menjaga Ekosistem Daratan, dan poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan,” jelas Edi.

Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina terus mendorong program yang mendukung target Net Zero Emission 2060, sejalan dengan penerapan ESG di seluruh lini bisnisnya. Program-program ini diharapkan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan dan masyarakat.