Sang Istri Ungkap Pesan Terakhir Bharatu Mardi Hadji Sebelum Meninggal Dunia
Kalesang – Fitria hanya bisa menahan tangis kala menceritakan pesan terakhir suaminya sebelum meninggal dunia. Bharatu Mardi Hadji merupakan personel Ditpolairud Polda Maluku Utara (Malut) yang meninggal dunia dalam peristiwa kecelekaan Speedboat Basarnas Ternate.
Speedboat Basarnas Ternate itu mengalami kecelakaan dalam perjalanan menyelematkan dua nelayan yang dikabarkan mati mesin di perairan Gita, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Minggu (2/2/2025) malam WIT. Tiga orang tewas dalam indsiden tersebut, salah satunya Bharatu Mardi Hadji. Sang Istri, Fitria, hanya bisa menahan tangis jika mengingat kembali suaminya.
Fitria pun membagikan pesan terakhir penuh makna sebelum sang suami tutup usia. Perempuan yang selalu mendampingi Bharatu Mardi Hadji itu bahkan masih mengingat dengan jelas bagaimana sikap dan ucapan suaminya sebelum berpulang.
“Waktu itu saya dan suami lagi keluar rumah. Kami pergi ke rumah saudara. Sesampainya kami di rumah, dia sempat minta maaf. Dia bilang ‘Sayang, minta maaf kalau Madi ini ada salah. Jangan marah-marah, sayang-sayang Madi’, dia bilang begitu.” Ungkap Fitria saat ditemui di rumah duka di Kelurahan Moya, Kota Ternate, pada Selasa (4/2/2024).
Fitria juga bercerita jika sang suami pernah mengirim pesan kepadanya melalui percakapan WhatsApp (WA) sebelum meninggal dunia yang mengaku kalau dirinya sedang bersedih. Saat ditanya sedih karena apa, almarhum Bharatu Mardi Hadji hanya membalas pesan sang istri dengan emoticon sedih.

“Saya tanya sedih kenapa? Dia hanya bilang ‘Sedih saja, air mata keluar’.” Kata Fitria sembari menunjukkan pesan suaminya.
Fitria mengatakan, sebelum berangkat tugas, suaminya sempat ditelepon untuk ikut membantu nelayan yang hanyut. Ia pun lantas menyiapkan keperluan sang suami, bahkan sempat melarang suaminya untuk pergi.
“Jadi sudah sediakan barang-barang. Terus dia sampaikan ke saya ‘Sayang, Madi pergi dulu. Sampai di kapal dia juga sempat beri kabar. Kami juga sempat kirim pesan di WA. Terus saya bilang hati-hati.” Katanya lagi.
“Sekitar pukul 23.00.WIT, saya dapat informasi dari grup kalau speedboat yang bantu evakuasi dua nelayan kecelakaan. Saya panik dan langsung menelepon almarhum, tapi telepon dan chat di WA tidak dibalas.” Tambahnya.
Selang beberapa menit, Fitria kembali mendapat informasi di grup kalau Bharatu Mardi Hadji dinyatakan meninggal dunia.
“Setelah beberapa menit di grup sudah pesan masuk bahwa Bharatu Mardi Hadji telah meninggal dunia. Saya kaget, menangis. Saya langsung ke pelabuhan tanya kepastian.” Tutur Fitria.
Untuk diketahui, selain Bharatu Mardi Hadji, terdapat dua korban lainnya yang meninggal dunia dalam kecelakaan speedboat Basarnas Ternate. Sementara satu korban dinyatakan hilang yakni Sahril Helmi yang merupakan jurnalis Metro TV.
Reporter: Djuanda
Editor: Redaksi
