Membaca Realitas

Ekonomi Malut Tumbuh 13,73 Persen Melebihi Rata-rata Nasional, Disumbang Sektor Tambang

Kalesang – Perekonomian Maluku Utara (Malut) menunjukkan pertumbuhan impresif pada 2024. Berdasarkan data Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara, ekonomi daerah ini tumbuh sebesar 13,73% secara keseluruhan dalam setahun (ctc), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,03% (ctc).

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Dwi Putra Indrawan, mengungkapkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Maluku Utara pada triwulan IV 2024 mencapai Rp 16 triliun (ADHK), atau mengalami pertumbuhan sebesar 27,27% (yoy).

“Pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh sektor industri pengolahan yang tumbuh 58,27% (yoy) serta sektor pertambangan yang mengalami pertumbuhan 33,33% (yoy),” ujarnya pekan lalu.

Aktivitas di Tambang PT IWIP di Halmahera Tengah. (Foto: Caca)

Dari sisi konsumsi, konsumsi rumah tangga pada triwulan IV 2024 meningkat sebesar 6,21% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,43% (yoy).

Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menunjukkan peningkatan dengan pertumbuhan 9,94% (yoy), dibandingkan triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh 5,30% (yoy).

Dari sisi perdagangan internasional, ekspor barang dan jasa pada triwulan IV 2024 tumbuh 19,12% (yoy), dengan kontribusi utama berasal dari produk turunan nikel yang mencakup lebih dari 94% dari total ekspor.

Sementara itu, impor barang dan jasa meningkat 12,67% (yoy), didominasi oleh mesin dan peralatan pendukung hilirisasi nikel dengan pangsa lebih dari 46%.
Secara struktural, kontribusi sektor industri pengolahan dan pertambangan terhadap perekonomian Maluku Utara terus meningkat. Pada triwulan IV 2024, andil sektor industri pengolahan melonjak dari 3,05% menjadi 17,57%. Sementara itu, kontribusi ekspor barang dan jasa meningkat signifikan, dari 203,35% pada triwulan III menjadi 209,49% pada triwulan IV.

“Pertumbuhan ekonomi yang pesat ini mencerminkan peran besar sektor industri dan pertambangan dalam menopang perekonomian Maluku Utara, sekaligus menunjukkan prospek positif bagi perkembangan ekonomi daerah di masa mendatang,” pungkasnya.