Membaca Realitas

Supermoon Picu Banjir Rob, BMKG Minta Warga Pesisir Maluku Utara Waspada

TERNATE, Kalesang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Maluku Utara selama satu pekan ke depan. Sejumlah potensi bencana yang diwaspadai meliputi hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, hingga banjir rob akibat fenomena supermoon.

Ketua Tim Kerja Data dan Informasi BMKG, Zaky Alin Nuary, menyampaikan terdapat empat potensi bencana utama yang perlu diantisipasi masyarakat dan pemerintah daerah.

Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor
Hujan lebat berpotensi terjadi di wilayah Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, dan Kepulauan Sula.

Sementara hujan sedang hingga lebat diprediksi melanda wilayah Halmahera Tengah, Halmahera Timur, dan Pulau Taliabu.

“Akumulasi curah hujan sudah tergolong jenuh bagi sistem penyerapan air tanah sehingga berpotensi menimbulkan banjir, banjir bandang, dan longsor,” ujar Zaky.

Ia menambahkan, kondisi topografi Maluku Utara yang didominasi perbukitan dan lereng meningkatkan kerawanan bencana hidrometeorologi.

Ancaman Angin Kencang

Angin kencang diperkirakan mencapai kecepatan lebih dari 35 kilometer per jam dan berpotensi melanda hampir seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara. Masyarakat diminta mewaspadai pohon tumbang serta bangunan rapuh yang dapat menimbulkan dampak lanjutan.

BMKG juga memprediksi gelombang laut setinggi 2 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan, seperti perairan Morotai, Batang Dua, Loloda, Bacan, dan Jailolo. Masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan operator kapal, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung.

Banjir Rob Akibat Supermoon

Selain itu, potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada 4–6 Desember 2025 seiring dengan fase supermoon, yakni saat jarak bulan berada paling dekat dengan bumi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan muka air laut dan menyebabkan genangan di wilayah pesisir.

BMKG meminta pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota segera menyiagakan seluruh instansi terkait kebencanaan, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Langkah antisipasi penting dilakukan sejak dini agar dampak bencana dapat diminimalkan,” tegas Zaky.

Ia juga mengimbau pemerintah daerah untuk memastikan sistem drainase berfungsi optimal dan bebas dari sedimen agar aliran air dari hulu ke hilir tidak terhambat dan memicu banjir di kawasan permukiman.

Reporter : Niar Naraya

Redaktur : Caca