TERNATE,Kalesang – Pendidikan tinggi di Provinsi Maluku Utara masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari kondisi geografis kepulauan hingga tingginya biaya hidup dan transportasi. Tantangan tersebut membuat sebagian masyarakat, khususnya generasi muda, harus mempertimbangkan berbagai aspek sebelum melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Kehadiran Universitas Terbuka (UT) Ternate menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari. Melalui sistem pendidikan jarak jauh, mahasiswa dapat mengakses materi perkuliahan kapan saja dan dari mana saja.
Pembelajaran dilakukan secara digital dengan dukungan tutorial online, sistem pembelajaran daring 24 jam, serta jadwal yang fleksibel. Model ini dinilai mampu menjawab kebutuhan generasi Z dan masyarakat pekerja yang ingin tetap produktif sambil menempuh pendidikan tinggi.
Direktur UT Ternate, Dr. Muhlis Hafel, mengatakan pihaknya memahami betul tantangan yang dihadapi masyarakat Maluku Utara dalam mengakses pendidikan tinggi.
“Kami berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang fleksibel dan terjangkau. Mahasiswa dapat tetap bekerja atau menjalankan aktivitas lainnya tanpa harus meninggalkan perkuliahan. UT Ternate hadir sebagai solusi bagi mereka yang ingin meraih pendidikan tinggi sesuai dengan ritme hidup mereka,” ujarnya.
Sebagai perguruan tinggi negeri, UT juga telah mengantongi akreditasi A dari BAN-PT serta sertifikasi mutu internasional ISO 9001. Hal ini menjadi jaminan kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa.
Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan biaya pendidikan yang relatif terjangkau, UT Ternate diharapkan terus menjadi pilihan utama masyarakat Maluku Utara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
Reporter : Airin A.Taher
Redaktur : Caca
