Membaca Realitas

Minat Wisata Sejarah Meningkat, Ribuan Pengunjung Padati Cagar Budaya Ternate

TERNATE, Kalesang – Dinas Kebudayaan Kota Ternate mencatat tren positif kunjungan wisatawan ke sejumlah situs cagar budaya sepanjang tahun 2025. Hingga Oktober, jumlah pengunjung tercatat mencapai ribuan orang yang memadati berbagai objek bersejarah di Kota Rempah. Rabu (17/12/2025).

Kepala Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rosida, mengatakan tingginya angka kunjungan menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap sejarah dan budaya lokal. Pengunjung berasal dari beragam latar belakang, mulai dari peserta didik usia dini hingga wisatawan mancanegara.

“Data yang terhimpun hingga Oktober 2025 menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Untuk kategori pengunjung umum tercatat sekitar 2.200 orang, sementara mahasiswa mencapai 1.800 orang,” ujar Rosida.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, sektor pendidikan masih mendominasi kunjungan ke cagar budaya. Rinciannya, kunjungan dari TK/PAUD sebanyak 600 orang, SD 900 orang, SMP 780 orang, dan SMA mencapai 1.000 orang.

Tak hanya wisatawan domestik, daya tarik benteng dan jejak sejarah Ternate juga mulai dilirik wisatawan asing. Hingga Oktober 2025, tercatat sebanyak 205 wisatawan mancanegara berkunjung ke situs cagar budaya di Kota Ternate. Selain itu, terdapat sekitar 3.000 pengunjung yang tercatat dalam kategori umum atau tanpa keterangan khusus.

Rosida menjelaskan, kunjungan ke cagar budaya tidak sekadar untuk berwisata atau berfoto, tetapi juga sebagai sarana edukasi. Para pengunjung mendapatkan pengenalan sejarah objek, museum, hingga edukasi kain tenun tradisional.

“Cagar budaya kini juga menjadi ruang kolaborasi antar etnis dan komunitas. Ada pengenalan tarian dan busana adat dari Ikatan Keluarga Minang, serta alat musik tradisional dari Kerukunan Keluarga Persaudaraan Jawa. Selain itu, kawasan benteng sering dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Rosida, fungsi cagar budaya di Ternate terus berkembang, tidak hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai ruang publik yang edukatif, inklusif, dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Reporter : Nur Imaniar Naraya
Redaktur : Yunita Kaunar