Membaca Realitas

Dinas Kebudayaan Ternate Perkuat Kolaborasi Komunitas untuk Hidupkan Situs Cagar Budaya

TERNATE, Kalesang – Dinas Kebudayaan Kota Ternate terus berupaya menghidupkan situs cagar budaya sebagai ruang publik yang inklusif dan produktif. Melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai komunitas, sejumlah objek bersejarah di Kota Rempah kini berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat, khususnya menjelang akhir tahun 2025.

Kepala Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rosida, mengatakan bahwa menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), permintaan penggunaan fasilitas di kawasan cagar budaya meningkat signifikan. Sejak Oktober hingga Desember 2025, berbagai agenda lintas sektor tercatat rutin digelar di lokasi-lokasi bersejarah tersebut.

“Menjelang Nataru, kami memfasilitasi banyak kegiatan yang melibatkan komunitas, instansi pemerintahan, hingga Dharma Wanita. Lokasi cagar budaya kita sangat padat agenda pada Oktober, November, hingga Desember ini,” ujar Rosida, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, padatnya aktivitas tersebut merupakan bagian dari strategi pemajuan cagar budaya agar tidak sekadar menjadi peninggalan statis, melainkan ruang interaksi sosial, edukasi, dan kreativitas masyarakat. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pengenalan sejarah berbasis digital, termasuk pemanfaatan tur virtual (virtual tour) dalam setiap rangkaian kegiatan.

Rosida juga menargetkan adanya transformasi signifikan pada Museum Rempah Ternate. Pembaruan sarana dan prasarana dinilai penting agar museum tersebut semakin representatif dan menarik bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

“Harapan kami, Museum Rempah ke depan bisa lebih maju dengan perbaikan-perbaikan baru, terutama penguatan sisi digitalisasi agar tampil lebih modern,” katanya.

Lebih lanjut, Rosida menegaskan bahwa kemajuan pengelolaan cagar budaya di Ternate sangat bergantung pada kolaborasi yang tepat sasaran.

Ia mendorong sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan komunitas yang memiliki kompetensi, khususnya di bidang teknologi informasi.

“Kami ingin kolaborasi dengan komunitas-komunitas yang berkompeten, terutama dalam penyebaran informasi dan teknologi kebudayaan, bisa lebih maksimal. Dengan dukungan komunitas, nilai sejarah dan budaya Ternate dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas,” pungkasnya.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Redaktur : Yunita Kaunar