Kalesang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara terus mengintensifkan berbagai program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sepanjang tahun 2025. Seluruh program tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan Maluku Utara Bersinar (Bersih Narkoba).
Dalam konferensi pers, Senin (24/12/2025). Plt Kepala BNNP Maluku Utara, Kombes Pol. Taryono Raharja, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya telah menjalankan program strategis pada tiga bidang utama, yakni pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, pemberantasan dan intelijen, serta rehabilitasi.
“Sepanjang kurun waktu tahun 2025, BNNP Maluku Utara telah melaksanakan berbagai program kegiatan P4GN yang disinergikan dan dikolaborasikan dengan stakeholder terkait dalam rangka mewujudkan Maluku Utara Bersinar,” ujarnya.
Pada bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, BNNP Malut melaksanakan sejumlah kegiatan, antara lain sosialisasi P4GN dengan sasaran masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, instansi pemerintahan, BUMN, serta sektor swasta.
Selain itu, dilakukan advokasi pendidikan teman sebaya bagi siswa SMA guna mewujudkan sekolah bersinar, serta pelatihan soft skill bagi guru bimbingan konseling (BK) sebagai upaya penguatan peran pendidik dalam pencegahan narkoba.
BNNP Malut juga melakukan intervensi langsung kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Di antaranya pelatihan life skill kepada masyarakat agar terhindar dari narkoba, yang telah diikuti oleh 121 warga. Selain itu, dibentuk relawan anti narkoba sebagai dinamisator lingkungan agar sadar, peduli, bangkit, dan bergerak melakukan upaya P4GN.
Program lainnya meliputi workshop pendidikan anti narkoba bagi orang tua dan anak, pembentukan 812 penggiat anti narkoba di lingkungan pendidikan, instansi, swasta, dan masyarakat, serta kegiatan deteksi dini melalui tes urine di 12 instansi pemerintah, BUMN, swasta, dan komunitas masyarakat.
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif. Pencegahan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh BNN, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegas Taryono.
Dalam kesempatan tersebut, BNNP Malut juga menyampaikan implementasi program unggulan Kepala BNN RI, yakni Gerakan ANANDA (Aksi Nasional Anti Narkotika dan Ketahanan Bangsa Dimulai dari Anak).
“Program ini diimplementasikan melalui kegiatan BNN Goes to School, Goes to Kampus, Ron Masigaro, dan Kamis Koliki, dengan tujuan memberikan pemahaman bahaya narkoba sejak usia dini,” tuturnya.
Selain edukasi, BNNP Malut turut memfasilitasi pengembangan potensi dan prestasi generasi muda melalui jalur olahraga. Salah satunya dengan menggelar Kejuaraan Taekwondo yang diikuti 373 peserta dari 12 dojang se-Maluku Utara.
Pada kegiatan tersebut, BNNP Malut juga menghadirkan atlet binaannya, Ikja Artina Kadir, personel Dit Samapta Polda Maluku Utara, yang telah mengharumkan nama Maluku Utara dan Indonesia di ajang kejuaraan taekwondo nasional maupun internasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa generasi muda Maluku Utara bisa berprestasi tanpa narkoba. Prestasi adalah bukti nyata bahwa hidup sehat dan bersih dari narkoba membawa masa depan yang lebih baik,” pungkas Taryono.
Reporter: Badruddin A Salim
Editor: Wendi Wambes
