Membaca Realitas

Polda Maluku Utara Masih Kekurangan 50 Persen Kebutuhan Personel

Kalesang – Jumlah personel Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara pada tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si. Pada Konferensi Pers Selasa (30/12/2025) di Mapolda Malut Sofifi, menyampaikan bahwa hingga 2025 jumlah personel Polda Maluku Utara beserta seluruh jajaran tercatat sebanyak 6.994 personel.

Angka tersebut menunjukkan adanya penambahan 28 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 6.966 personel. Meski demikian, secara persentase peningkatan tersebut masih relatif kecil dan belum memenuhi kebutuhan ideal organisasi.

“Meskipun terjadi peningkatan jumlah personel, secara kuantitas kondisi saat ini masih jauh dari kata ideal,” ujar Kapolda.

Berdasarkan Daftar Susunan Personel (DSP), Polda Maluku Utara seharusnya memiliki 13.698 personel. Dengan jumlah aktual saat ini, masih terdapat kekurangan sekitar 6.704 personel atau hampir 49 persen dari total kebutuhan yang seharusnya.

Namun demikian, Kapolda menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Dengan segala keterbatasan personel yang ada, kami tetap berkomitmen menjalankan tugas secara maksimal dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Komposisi Personel Didominasi Bintara

Dari sisi komposisi golongan, personel Polda Maluku Utara tahun 2025 didominasi oleh golongan Bintara, dengan rincian sebagai berikut:

Bintara: 5.973 personel (85%), Perwira Pertama (Pama): 612 personel (8,7%), Tamtama: 213 personel (3%), Perwira Menengah (Pamen): 100 personel (1,4%), ASN Polri: 94 personel (1,3%), Perwira Tinggi (Pati): 2 personel (0,02%).

Secara keseluruhan, struktur personel Polda Maluku Utara masih bertumpu pada kekuatan Bintara sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas di lapangan.

Sebaran Personel di Wilayah Maluku Utara

Personel Polda Maluku Utara tersebar di Mapolda dan seluruh Polres jajaran dengan rincian sebagai berikut:

Polda Maluku Utara: 3.007 personel (43%)

Polres Ternate: 569 personel (8,1%)

Polres Halmahera Utara: 476 personel (6,8%)

Polres Halmahera Selatan: 457 personel (6,5%)

Polresta Tidore Kepulauan: 419 personel (6%)

Polres Halmahera Barat: 358 personel (6%)

Polres Halmahera Tengah: 353 personel (5,1%)

Polres Kepulauan Sula: 391 personel (5,6%)

Polres Halmahera Timur: 329 personel (4,7%)

Polres Pulau Morotai: 327 personel (4,7%)

Polres Pulau Taliabu: 308 personel (4,4%)

Dorong Pemindahan Mako Polda ke Sofifi

Kesenjangan distribusi personel ini berdampak pada efektivitas operasional, terutama karena konsentrasi personel masih cukup besar di Kota Ternate. Kondisi tersebut dinilai menyebabkan lambatnya penanganan konflik sosial maupun bencana alam di wilayah lain, khususnya di Pulau Halmahera.

Oleh karena itu, Polda Maluku Utara menilai perlu adanya langkah strategis, termasuk pemindahan Markas Komando (Mako) Polda ke Sofifi, ibu kota Provinsi Maluku Utara.

“Pemindahan Polda Malut ke Sofifi merupakan salah satu langkah strategis untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan keamanan dan ketertiban yang terjadi lintas wilayah, khususnya di Pulau Halmahera,” pungkas Kapolda.

Reporter: Badruddin A Salim

Editor: Wendi Wambes