Permintaan Naik 15 Persen, Minuman Pala dan Kopi Rempah Tara No Ate Jadi Favorit
TERNATE, Kalesang – Penjualan produk olahan lokal di Swalayan Tara No Ate mengalami lonjakan signifikan pada periode Oktober hingga November 2025. Minuman berbahan pala dan kopi rempah menjadi produk paling diminati konsumen dan berkontribusi besar terhadap peningkatan omzet.
Direktur Swalayan Tara No Ate, Burhanudin Syamsi Rope, saat ditemui Rabu (31/12/2025), nengungkapkan bahwa kenaikan omzet pada dua bulan tersebut mencapai sekitar 15 persen. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya intensitas kegiatan pemerintah yang menghadirkan banyak tamu dari luar daerah ke Kota Ternate.
“Oktober itu permintaannya sangat banyak, mungkin karena ada sejumlah kegiatan pemerintah. Banyak tamu dari luar daerah yang datang untuk urusan pekerjaan,” ujar Burhanudin.
Ia menjelaskan, pada hari-hari normal pendapatan swalayan berkisar antara Rp7 juta hingga Rp8 juta per hari. Namun, saat memasuki periode puncak pada Oktober dan November, pendapatan meningkat hingga mencapai Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari.
Menurut Burhanudin, produk yang memberikan kontribusi keuntungan terbesar adalah minuman sari buah pala dan kopi rempah. Salah satu produk unggulan, Bebidas Reis, yang diproduksi secara kolektif oleh lima orang, juga mendapat respons positif dari pasar.
“Yang paling laris kemarin itu minuman pala dan kopi rempah. Keuntungan paling besar ada di situ. Bahkan saat momentum upacara Hari Jadi Ternate (HAJAT), permintaan Bebidas Reis sangat tinggi,” jelas Buhanudin.
Sementara itu, tren penjualan pada bulan Desember cenderung melandai. Peningkatan permintaan tidak terlalu signifikan dan didominasi oleh konsumen yang melakukan perjalanan mudik, khususnya dari wilayah pertambangan.
“Desember ini peningkatannya tidak terlalu besar. Kebanyakan permintaan dari orang-orang yang mengambil cuti, seperti mereka yang dari wilayah tambang dan hendak ke Manado atau daerah lain,” tambah Burhanudin.
Meski permintaan terus menunjukkan tren positif, pihak swalayan saat ini masih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pasar lokal di Ternate dan sekitarnya. Rencana pengiriman produk ke luar daerah belum menjadi fokus dalam waktu dekat.
“Untuk pengiriman ke luar daerah belum ada. Produksi masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam kota,” pungkas Buhanudin.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
