Membaca Realitas

Ikan Segar Jadi Penyumbang Inflasi Maluku Utara

TERNATE, Kalesang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat fluktuasi harga sejumlah komoditas yang memengaruhi inflasi pada Januari 2026. Salah satu penyumbang utama inflasi berasal dari kenaikan harga ikan segar akibat cuaca buruk yang melanda perairan Maluku Utara.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Maluku Utara, Evida Karismawati, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem menyebabkan aktivitas nelayan terganggu, sehingga pasokan ikan di pasar mengalami penurunan signifikan.

“Akibat cuaca buruk pada Januari, harga beberapa jenis ikan segar seperti ikan cakalang, malalugis, lolosi, dan tongkol mengalami kenaikan. Kondisi ini mendorong terjadinya inflasi di Provinsi Maluku Utara,” ujar Evida, Senin (2/2/2026).

Meski demikian, tekanan inflasi tersebut sedikit tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas bumbu dapur. Cabai merah dan cabai rawit tercatat mengalami penurunan harga cukup signifikan seiring masuknya masa panen raya.

“Harga cabai merah dan cabai rawit menurun karena sedang masa panen, sehingga stok melimpah. Komoditas ini justru menjadi penyumbang deflasi,” tambahnya.

Selain kelompok pangan, sektor transportasi juga turut memengaruhi pergerakan inflasi. BPS mencatat tarif angkutan laut telah kembali ke tarif normal setelah sebelumnya sempat mengalami fluktuasi.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar