TERNATE, Kalesang – Kinerja impor Provinsi Maluku Utara sepanjang tahun 2025 mencatatkan lonjakan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara melaporkan nilai impor kumulatif periode Januari–Desember 2025 mencapai US$ 6.428,58 juta, atau meningkat 52,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebesar US$ 4.221,58 juta.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Maluku Utara, Evida Karismawati, mengungkapkan bahwa kenaikan impor tersebut didorong kuat oleh masuknya komoditas Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS 84).
“Secara kumulatif Januari–Desember 2025, nilai impor meningkat 52,28 persen. Andil terbesar berasal dari mesin-mesin atau pesawat mekanik dengan kontribusi mencapai 34,96 persen,” ujar Evida, Senin (2/2/2026).
Selain mesin mekanik, beberapa komoditas lain juga memberikan kontribusi besar terhadap struktur impor Maluku Utara. Di antaranya Mesin/Peralatan Listrik (HS 85) dengan pangsa 15,77 persen, serta Garam, Belerang, dan Kapur (HS 25) sebesar 11,19 persen.
Dari sisi negara asal, Tiongkok masih mendominasi sebagai pemasok utama barang impor ke Maluku Utara. Pangsa impor dari negara tersebut mencapai 69,83 persen, disusul Filipina sebesar 8,89 persen, dan Arab Saudi sebesar 3,74 persen.
Sementara itu, secara bulanan, nilai impor Maluku Utara pada Desember 2025 tercatat sebesar US$ 718,58 juta. Angka ini melonjak tajam 89,80 persen dibandingkan Desember 2024 yang hanya mencapai US$ 378,59 juta.
Meski impor mengalami peningkatan signifikan, BPS mencatat neraca perdagangan Maluku Utara sepanjang tahun 2025 tetap berada dalam kondisi positif. Daerah ini berhasil mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$ 7.802,32 juta, mencerminkan kuatnya kinerja ekspor di tengah tingginya arus impor.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
