TERNATE, Kalesang – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Ternate menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Agenda utama rapat tersebut adalah pemilihan Badan Pengurus dan Badan Pengawas untuk masa bakti 2026–2031. Digelar di Bela Hotel Ternate, Rabu (4/2/2026).
Wakil Ketua TKBM Pelabuhan Ternate, Irfan M. Saleh, mengatakan seluruh proses pemilihan kepengurusan diserahkan sepenuhnya kepada anggota koperasi yang hadir dalam RAT. Struktur kepengurusan yang akan dibentuk terdiri dari lima orang pengurus dan tiga orang badan pengawas.
“Setelah terbentuk tim formatur dan terpilih pengurus serta badan pengawas yang baru, barulah akan disampaikan program-program dan agenda kerja ke depan,” ujar Irfan.
Selain agenda pemilihan pengurus, RAT kali ini juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada pembina dan mitra kerja, serta penyerahan sertifikat Port Academy kepada anggota. Menurut Irfan, sertifikasi dan lisensi kerja menjadi kewajiban setiap anggota TKBM sesuai regulasi yang berlaku, yang ditempuh melalui pendidikan dan pelatihan kompetensi secara berkala.
“Setiap tahun anggota wajib mengikuti diklat kompetensi agar memiliki lisensi kerja yang sah,” jelasnya.
Untuk agenda jangka pendek, Irfan memastikan koperasi telah menyiapkan berbagai kebutuhan menyambut bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bagi seluruh anggota.
“Yang terdekat adalah Ramadan dan Idul Fitri. Alhamdulillah, semua sudah kami persiapkan untuk 560 anggota,” tambahnya.
Sebagai Ketua Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) Maluku Utara, Irfan berharap kepengurusan baru dapat lebih fokus pada peningkatan kinerja dan kesejahteraan anggota.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga produktivitas bongkar muat sebagai upaya menekan biaya logistik di Pelabuhan Ternate.
Menurutnya, selama ini berkembang narasi di masyarakat bahwa tingginya harga barang di pasar disebabkan oleh mahalnya biaya buruh pelabuhan, padahal faktor utama adalah efisiensi dan produktivitas kerja.
“Kita ingin menekan high cost logistic di Pelabuhan Ternate. Jangan sampai buruh bongkar muat terus dijadikan kambing hitam penyebab harga barang mahal di pasar. Ini yang akan menjadi perhatian utama pengurus baru,” tegas Irfan.
Selain produktivitas, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga akan menjadi prioritas dalam program kerja ke depan sebagai dasar perlindungan dan keamanan kerja di lingkungan pelabuhan.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
