Membaca Realitas

Inflasi Ternate Naik 5,42 Persen, Pemkot Siapkan 8 Kali Gerakan Pangan Murah

TERNATE, Kalesang – Angka inflasi di Kota Ternate, Maluku Utara, tercatat mengalami kenaikan signifikan pada Januari 2026 sebesar 5,42 persen secara tahunan (year on year/YoY). Lonjakan ini dipicu tingginya ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah yang mencapai 85 persen.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menjelaskan bahwa keterbatasan lahan pertanian di wilayah kota membuat Ternate sangat rentan terhadap gejolak harga pangan dari daerah pemasok, seperti Manado. Selain itu, distribusi pangan juga terpengaruh karena sebagian pasokan terserap ke wilayah-wilayah pertambangan di Maluku Utara.

“Karakter inflasi kita memang 85 persen suplainya dari luar karena lahan pertanian terbatas. Belum lagi ketidakpastian iklim global dan cuaca yang mengganggu distribusi laut,” ujar Tauhid, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, faktor cuaca yang tidak menentu berdampak langsung pada distribusi bahan pangan, khususnya komoditas perikanan. Di sisi lain, peningkatan permintaan menjelang bulan suci Ramadan sudah mulai terasa sejak Januari. Preferensi masyarakat Ternate yang lebih memilih ikan segar dibanding ikan beku turut memicu kenaikan harga ketika cuaca buruk menghambat aktivitas nelayan.

Sebagai langkah pengendalian, Pemerintah Kota Ternate menyiapkan strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Salah satu upaya konkret yang akan diperkuat adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Insyaallah akan kita perkuat melalui GPM. Rencananya ada sekitar delapan kali pelaksanaan GPM dari Ramadan sampai Idul Fitri,” jelasnya.

Selain operasi pasar, Dinas Pangan Kota Ternate juga tengah merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang tata cara penyelenggaraan cadangan pangan sebagai payung hukum dalam pengelolaan stok.

“Minimal kita harus punya cadangan pangan yang diatur legalitasnya melalui Perda, sehingga saat terjadi gejolak seperti ini, kita punya dasar untuk menangani stok di pasar,” pungkas Tauhid.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar