TERNATE, Kalesang – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Maluku Utara memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan stok bahan pokok di tengah masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini bertujuan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi daerah menjelang Ramadan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan langkah tersebut sejalan dengan imbauan Presiden RI untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.
“Gerakan pangan murah ini memang menjadi salah satu concern yang perlu dilakukan. Saat ini ada imbauan dari Bapak Presiden untuk mengintensifkan gerakan pangan ini guna memastikan kondisi stok di Maluku Utara aman dan masyarakat tidak melakukan panic buying,” ujar Handi, Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan data terbaru, angka inflasi di Maluku Utara tercatat sebesar 1,48 persen. Meski relatif terkendali, terdapat fluktuasi harga pada sejumlah komoditas, terutama ikan segar, akibat faktor cuaca dan gelombang tinggi yang memengaruhi pasokan.
Menurut Handi, perhatian kini difokuskan pada komoditas bahan pokok serta kelompok Barito (bawang, rica, tomat) yang umumnya mengalami peningkatan permintaan menjelang Ramadan.
“Begitu ada peningkatan sedikit saja pada bahan pokok, karena dikonsumsi masyarakat secara luas, itu otomatis akan meningkatkan inflasi sangat tinggi. Oleh karena itu, kita perlu mengantisipasi dengan memperbanyak kegiatan seperti pangan murah,” tambahnya.
Selain menggelar pasar murah, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan juga akan rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional guna memantau perkembangan harga secara langsung.
“Kami bekerja sama dengan Satgas Pangan karena ini menjadi fokus pemerintah pusat untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Tujuannya agar masyarakat tetap bisa berbelanja secara aman dan nyaman,” tutup Handi.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
