Membaca Realitas

Distribusi Sempat Terkendala, Stok LPG di Ternate Tetap Aman

TERNATE, Kalesang – Ramadan 1447 Hijriah, PT Satrya Reksa Binaguna memastikan ketersediaan stok gas, Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Ternate dalam kondisi aman. Meski sempat terjadi kendala distribusi, pihak agen menegaskan tidak ada kenaikan harga di tingkat distributor.

Admin PT Satrya Reksa Binaguna, Dewi, mengatakan hingga saat ini harga elpiji masih mengikuti harga normal seperti tahun-tahun sebelumnya. Ia memastikan belum ada kebijakan penyesuaian harga, baik dari perusahaan maupun pemerintah setempat.

“Harga tetap seperti biasa, tidak ada kenaikan. Untuk ukuran 12 kilogram di pasaran Rp165 ribu dan tidak naik sama sekali. Ukuran 5,5 kilogram juga masih dengan harga yang sama,” ujar Dewi, Kamis (26/2/2026).

Secara rinci, ia menjelaskan bahwa harga elpiji ukuran 12 kilogram dibanderol Rp321.000, sementara ukuran 50 kilogram berada di angka Rp1.600.000.

Menanggapi isu kelangkaan yang sempat dikhawatirkan warga, Dewi menegaskan keterlambatan pasokan bukan disebabkan oleh penimbunan, melainkan kendala teknis di pelabuhan muat.

“Keterlambatan terjadi karena crane di Surabaya mengalami kerusakan. Jadi bukan karena kami menyimpan stok. Kerusakan alat tersebut membuat proses bongkar muat kapal terlambat, sehingga pasokan ke Ternate ikut tertunda,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya terus berupaya memastikan distribusi tetap berjalan lancar selama Ramadan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menitipkan pasokan pada kapal dengan rute tercepat menuju Ternate.

“Kami upayakan yang terbaik. Jika ada kapal yang tiba lebih dulu ke Ternate, kami usahakan menitipkan pasokan di kapal tersebut agar stok tetap aman selama Ramadan,” tambahnya.

PT Satrya Reksa Binaguna berharap perbaikan fasilitas di Pelabuhan Surabaya segera rampung, mengingat pelabuhan tersebut menjadi titik krusial distribusi gas untuk kawasan Indonesia Timur.

“Harapannya perbaikan crane di Surabaya cepat selesai karena itu sangat mempengaruhi distribusi. Jika sudah normal, pengiriman kapal pasti lebih cepat,” tutup Dewi.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar