Membaca Realitas

Operasi SAR Nelayan Hilang di Perairan Galala Resmi Ditutup

SOFIFI, Kalesang — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate resmi menutup operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Desa Galala, Sofifi, Kota Tidore Kepulauan, Minggu (1/3/2026). Operasi SAR selanjutnya dilanjutkan pada tahap pemantauan.

Korban diketahui bernama Abubakar Wahid (70), warga Desa Galala, Kelurahan Gurapin, Kecamatan Oba Utara. Ia dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari perahu saat memancing di perairan Galala sejak 23 Februari 2026.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan operasi pencarian telah dilakukan secara maksimal sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas selama tujuh hari, namun korban belum berhasil ditemukan.

“Upaya pencarian telah dilaksanakan secara optimal selama tujuh hari sejak tanggal 23 Februari hingga 1 Maret 2026, namun hingga operasi hari terakhir korban belum ditemukan,” ujarnya.

Pada hari ketujuh operasi, Tim SAR Gabungan memulai kegiatan dengan briefing pada pukul 07.00 WIT dan membagi area pencarian menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) sesuai rencana operasi H.7.

Tim menggunakan rubber boat dan longboat untuk menyisir sejumlah titik yang belum terjangkau pada pencarian sebelumnya. Selain penyisiran laut, tim juga melakukan pemantauan serta koordinasi dengan nelayan dan masyarakat sekitar lokasi kejadian.

Pencarian berakhir pada pukul 18.05 WIT dengan hasil nihil. Seluruh tim kemudian kembali ke posko untuk melaksanakan debriefing dan evaluasi bersama pihak keluarga korban.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, operasi SAR dinyatakan telah dilaksanakan sesuai prosedur dan secara maksimal. Dengan demikian, operasi resmi ditutup dan status korban dinyatakan hilang serta memasuki tahap pemantauan.

Basarnas menyatakan operasi pencarian dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Seluruh unsur SAR yang terlibat juga telah dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas partisipasi dalam operasi tersebut.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula pada 23 Februari 2026 sekitar pukul 06.00 WIT, ketika korban pergi memancing seorang diri di perairan Galala, Sofifi. Pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIT, warga menemukan perahu milik korban dalam kondisi terapung tanpa penumpang.

Masyarakat bersama keluarga sempat melakukan pencarian awal di sekitar lokasi, namun korban tidak ditemukan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan oleh BPBD Provinsi Maluku Utara kepada Basarnas untuk pelaksanaan operasi pencarian dan evakuasi.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Kantor SAR Ternate, Lanal Ternate, Brimob Polda Maluku Utara, Polairud Polda Maluku Utara, BPBD Provinsi Maluku Utara, masyarakat setempat, serta keluarga korban.