Membaca Realitas
728×90 Ads

Disperindag Ternate Pastikan Terminal Steril dari Pedagang, Relokasi ke Benteng Oranje Dipercepat

TERNATE, Kalesang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menata kawasan pelabuhan dan terminal dengan menghentikan seluruh aktivitas perdagangan di area tersebut. Para pedagang yang sebelumnya berjualan di lokasi terminal diminta segera menempati tempat baru yang telah disiapkan di kawasan Benteng Oranje. Rabu (4/3/2026).

Kepala Disperindag Kota Ternate, Nursida Dj Mahmud, mengatakan pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait relokasi tersebut. Namun hingga kini, sebagian pedagang masih ragu untuk berpindah karena khawatir lokasi baru kurang ramai pembeli.

“Informasi sudah kami sampaikan kepada para pedagang, tetapi mereka masih ragu. Mereka khawatir jika pindah ke Benteng Oranje dagangan tidak laku atau pembeli kurang datang,” ujar Nursida.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Ternate tidak akan lagi membuka ruang bagi aktivitas perdagangan di area terminal. Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama pemerintah daerah dan pihak legislatif.

“Komitmen pemerintah kota jelas, terminal tidak akan dibuka lagi untuk aktivitas jual beli. Semua diarahkan ke Benteng Oranje sesuai kesepakatan,” tegasnya.

Terkait progres relokasi, Nursida mengungkapkan fasilitas lapak dan tenda di lokasi baru telah disiapkan. Dari total lebih dari 40 lapak yang tersedia, baru sekitar 11 pedagang yang datang mendaftar, namun belum memastikan untuk mulai berdagang.

“Tenda sudah siap, tetapi pedagangnya belum masuk. Baru sekitar 11 orang yang datang bertanya dan mendaftar, namun masih maju mundur karena takut tidak laku dan khawatir terminal dibuka kembali. Saya tegaskan, terminal tidak akan dibuka lagi,” katanya.

Selain persoalan relokasi pedagang, Disperindag juga mencatat kenaikan harga pangan dalam dua pekan terakhir yang turut mendorong inflasi di Kota Ternate. Menurut Nursida, kondisi cuaca serta terbatasnya pasokan dari daerah penyangga menjadi faktor utama kenaikan harga.

“Faktor cuaca dan suplai dari daerah penyangga yang terbatas menyebabkan harga pangan naik. Operasi pasar sebelumnya juga belum berjalan maksimal,” jelasnya.

Sebagai langkah pengendalian inflasi, Disperindag Kota Ternate akan berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat provinsi maupun kota untuk menggelar Pasar Murah dalam waktu dekat.

“Dalam satu dua hari atau minggu ini, kami bersama Bank Indonesia dan TPID akan mengadakan Pasar Murah yang rencananya dipusatkan di kawasan Benteng Oranje,” pungkasnya.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar

728×90 Ads