Membaca Realitas

Cuaca Maluku Utara 15 Maret, BMKG Waspadai Hujan Lebat di Morotai hingga Taliabu

TERNATE, Kalesang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate memprakirakan sebagian besar wilayah Maluku Utara akan mengalami kondisi cuaca berawan dengan potensi hujan pada Minggu (15/3/2026).

Prakirawan cuaca Mahrini Zahrina Isma Albar menyampaikan, pada pagi hari cuaca di Maluku Utara umumnya berawan, namun terdapat potensi hujan ringan hingga lebat di sejumlah wilayah.

“Potensi hujan pada pagi hari diprakirakan terjadi di wilayah Morotai, Loloda, Ibu, Gebe, Kasiruta, Bacan, Obi, dan Taliabu serta daerah sekitarnya,” ujarnya dalam laporan prakiraan cuaca harian.

Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan diperkirakan meluas ke beberapa wilayah lainnya. Daerah yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga lebat meliputi Morotai, Loloda, Galela, Tobelo, Kao, Ibu, Malifut, Oba, Weda, Wasile, Maba, Buli, Patani, Gebe, Gane, Bacan, Obi, Mangoli, Sanana, dan Taliabu.

BMKG juga mencatat suhu udara di wilayah Maluku Utara berkisar antara 27 hingga 31 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban udara cukup tinggi, yakni 70 hingga 100 persen. Sementara arah angin bertiup dari Barat hingga Utara dengan kecepatan 5–50 kilometer per jam.

Selain itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca agar masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di beberapa wilayah.

“Waspada potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Morotai, Kayoa, Bacan, Obi, Mangoli, Sanana, dan Taliabu serta sekitarnya,” kata Mahrini.

Di sektor kelautan, BMKG memprakirakan ketinggian gelombang laut berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter. Kondisi ini berpotensi meningkat terutama di perairan Morotai, Loloda, Halmahera Timur, dan Gebe.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan tinggi gelombang serta penurunan jarak pandang akibat angin kencang dan cuaca buruk di wilayah perairan tersebut.