TERNATE, Kalesang – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, ketersediaan kelapa muda di tingkat pedagang mulai berkurang. Kondisi ini dirasakan para penjual yang mengaku stok dagangan mereka cepat habis karena tingginya permintaan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Salah seorang penjual kelapa muda di kawasan Soa Sio, Ata, mengatakan stok kelapa yang dibawanya langsung dari kebun di Kelurahan Sulamadaha ludes terjual dalam waktu singkat, Sabtu (14/3/2026).
Ata mengaku pada hari itu ia membawa sekitar 100 buah kelapa muda hasil panen sendiri dari kebunnya untuk memenuhi permintaan warga. Namun, seluruh stok tersebut habis terjual sebelum waktu berbuka puasa.
“Kelapa sudah habis, hanya lapak kami yang jual. Tadi bawa 100 buah dari kampung di Sulamadaha,” ungkap Ata.
Ia menjelaskan, harga satu buah kelapa muda saat ini dipatok Rp10.000. Menurutnya, pola permintaan masyarakat selama Ramadan cenderung berubah. Pada awal Ramadan, pembelian biasanya sangat tinggi, sementara memasuki pertengahan hingga akhir bulan puasa, stok kelapa di tingkat petani mulai berkurang.
Ata sendiri mulai membuka lapaknya setiap hari setelah waktu salat Dzuhur untuk melayani pembeli yang mencari kelapa muda sebagai minuman berbuka puasa.
Terkait pendapatan, ia mengatakan jumlah omzet yang diperoleh sangat bergantung pada jumlah pembelian masyarakat setiap harinya.
“Omzet tergantung. Kalau orang beli banyak, kita dapat banyak,” pungkasnya.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
