Membaca Realitas

Perumda Ake Gaale Ternate Komitmen Setor PAD, Pelanggan Terus Bertambah

Ternate, Kalesang — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale Kota Ternate mulai menyiapkan langkah untuk berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), seiring peningkatan jumlah pelanggan air bersih yang kini telah melampaui 36 ribu sambungan, Senin (27/4/2026).

Direktur Utama Perumda Ake Gaale, Firman Mudaffar Sjah, mengatakan komitmen tersebut telah dibahas bersama Dewan Pengawas dan ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun depan.

“Saya dan Dewan Pengawas, Pak Samin, berkomitmen bahwa tahun ini, yang akan disetor tahun depan, insyaallah kita bisa penuhi,” ujarnya saat ditemui di Kantor Wali Kota Ternate.

Firman mengakui, dalam beberapa tahun terakhir pihaknya belum memberikan kontribusi PAD kepada pemerintah daerah. Namun, menurutnya, kondisi tersebut kini mulai dibenahi melalui sejumlah langkah perbaikan internal.

Seiring dengan itu, jumlah pelanggan Perumda Ake Gaale juga terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 36 ribu sambungan aktif yang menjadi indikator bertambahnya cakupan layanan air bersih di Kota Ternate.

Dari sisi konsumsi, perusahaan mencatat penggunaan air pelanggan yang cukup signifikan. Berdasarkan data meterisasi bulanan, total pemakaian air mencapai hampir 1 juta meter kubik setiap bulan.

“Jumlah pelanggan saat ini sudah mencapai 36 ribu lebih. Untuk penggunaan air harian saya belum update, tetapi secara bulanan itu kurang lebih hampir 1 juta meter kubik,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem pencatatan meter yang dilakukan secara rutin setiap bulan memudahkan perusahaan dalam memantau penggunaan air secara otomatis.

“Karena kita punya pencatatan meter setiap bulan, jadi langsung bisa terlihat jumlah air yang digunakan,” tambahnya.

Meski belum merinci besaran nilai kontribusi PAD yang akan disetorkan, Firman memastikan langkah tersebut menjadi bagian dari terobosan baru perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan peran sebagai badan usaha milik daerah.

“Nilainya mungkin belum bisa kami sampaikan, tapi paling tidak ini menjadi langkah awal agar perusahaan daerah bisa mulai memberikan kontribusi kepada pemerintah kota sebagai pemegang saham,” pungkasnya.