Ternate-Tidore Perkuat Kolaborasi Pariwisata Berbasis Budaya Lokal
Ternate, Kalesang – Pemerintah Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan didorong untuk terus memperkuat kerja sama dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal. Kolaborasi kedua daerah dinilai penting karena memiliki keterkaitan sejarah dan kekayaan budaya yang saling mendukung sebagai destinasi wisata.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rinto Taib dalam dialog interaktif bertema Pariwisata Berbasis Budaya Lokal: Peluang dan Tantangan yang turut menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad.
Menurut Rinto, Ternate dan Tidore memiliki banyak potensi wisata yang serupa, terutama pada sektor budaya dan sejarah. Meski demikian, masing-masing daerah tetap mempunyai karakteristik dan keunikan tersendiri yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Ia menyebut, kedua wilayah memiliki kekayaan pusaka alam, situs sejarah, hingga warisan budaya yang kuat. Keberadaan benteng-benteng peninggalan kolonial, termasuk peninggalan Spanyol di Ternate dan Tidore, dinilai dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata edukatif melalui penguatan narasi sejarah atau storytelling.
“Pembangunan pariwisata berbasis budaya di kedua daerah mungkin menggunakan istilah berbeda, tetapi substansinya sama, yakni menghidupkan kearifan lokal untuk menjaga ekosistem budaya,” kata Rinto. Senin (12/5/2026).
Rinto menjelaskan, upaya kolaborasi sebenarnya telah dilakukan melalui sejumlah kegiatan promosi wisata bersama, salah satunya saat promosi pariwisata budaya di Hotel Borobudur, Jakarta, yang menampilkan potensi wisata Ternate dan Tidore secara bersamaan.
Selain itu, pelaksanaan Jaringan Kota Pusaka Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Ternate pada Agustus 2026 disebut akan menjadi momentum strategis untuk memperkuat promosi wisata kedua daerah.
Ia mengatakan, wisatawan yang datang ke Ternate juga berpotensi melanjutkan perjalanan ke Tidore untuk menikmati wisata alam, wisata bahari, situs sejarah kolonial, hingga budaya kesultanan yang masih terjaga.
Menurutnya, sinergi antara Ternate dan Tidore menjadi fondasi penting dalam membangun kemitraan pariwisata yang tidak hanya berdampak di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga memiliki nilai historis yang kuat di tingkat internasional.
Rinto berharap kerja sama dan dinamika kolaborasi antar kedua daerah terus diperkuat agar warisan sejarah dan budaya yang dimiliki dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong perkembangan sektor pariwisata di masa mendatang.
