TERNATE, Kalesang – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAP) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, melakukan studi tiru pengelolaan kearsipan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Daerah Kota Ternate, Rabu (12/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya DPAP Mimika untuk memperkuat tata kelola kearsipan sekaligus mempelajari praktik pengelolaan arsip yang telah diterapkan di Kota Ternate.
Rombongan DPAP Mimika diterima Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate, Safiah M. Nur, didampingi Sekretaris Dinas Nona Lethulur. Turut hadir Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara, Muliadi Tutupoho.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga berkesempatan melihat langsung Depot Arsip untuk mengetahui proses dan sistem pengelolaan arsip yang diterapkan oleh Dispersip Kota Ternate.
Safiah M. Nur mengapresiasi kedatangan rombongan dari Kabupaten Mimika. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kerja sama dalam pengembangan kearsipan.
“Untuk pengelolaan kearsipan, dinas kami mendapatkan predikat sangat memuaskan dan terbaik pertama di wilayah Timur Indonesia,” kata Safiah.
Ia berharap pengalaman dan praktik pengelolaan kearsipan di Kota Ternate dapat memberikan referensi bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas tata kelola arsip.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Layanan Kearsipan DPAP Kabupaten Mimika, P. Yandry I. Sedubun, mengatakan pihaknya mendapatkan berbagai informasi penting selama melakukan studi tiru di Kota Ternate.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh akan menjadi bahan untuk meningkatkan pengelolaan kearsipan di lingkungan DPAP Kabupaten Mimika.
“Kami mendapatkan energi positif yang nantinya akan diterapkan di dinas kami, lebih khusus pada bidang pengelolaan kearsipan dinas,” ujar Yandry.
Ia menjelaskan, sebelum berkunjung ke Kota Ternate, pihaknya terlebih dahulu melakukan kunjungan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Dari kunjungan tersebut, DPAP Mimika kemudian mendapat rekomendasi untuk mempelajari pengelolaan kearsipan di Kota Ternate.
“Kami berkunjung ke sini setelah sebelumnya ke ANRI dan disarankan untuk belajar ke Ternate,” katanya.
Yandry berharap kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan kearsipan dapat terus dilakukan antar daerah.
Menurutnya, pengembangan kearsipan membutuhkan proses pembelajaran yang berkelanjutan, termasuk melalui pertukaran pengalaman antarinstansi.
“Kami berharap berbagi informasi, khususnya dalam pengelolaan kearsipan, dapat terus berlanjut karena pengembangan arsip membutuhkan kerja sama dan pembelajaran berkelanjutan,” ujarnya.
