Membaca Realitas
728×90 Ads

Tunggakan Tagihan Air PDAM Ake Gaale Ternate Capai Rp1,6 Miliar

TERNATE, Kalesang – Perumda Air Minum (PDAM) Ake Gaale Kota Ternate mencatat total tunggakan tagihan air bersih dari pelanggan mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Tunggakan tersebut berasal dari pelanggan masyarakat, lembaga, hingga kantor pemerintahan, dengan sebagian piutang tercatat sejak 2010 hingga Agustus 2026.

Direktur Perumda Ake Gaale Kota Ternate, Firman Mudaffar Sjah, mengatakan total piutang pelanggan yang tercatat saat ini mencapai Rp1.600.000.000.

“Sejak saya menjabat, saya memeriksa tagihan yang ada dan langsung melakukan pemberitahuan kepada pelanggan yang menunggak agar menyelesaikan kewajibannya sesuai kemampuan, salah satunya melalui mekanisme cicilan,” kata Firman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/8/2026).

Menurut Firman, sebagian pelanggan mulai mengalami tunggakan setelah membiarkan tagihan selama satu hingga dua bulan. Jika tidak segera diselesaikan, tunggakan tersebut kemudian terus menumpuk dan menjadi beban yang lebih besar bagi pelanggan.

Meski demikian, Perumda Ake Gaale masih memberikan toleransi kepada pelanggan, baik masyarakat maupun lembaga pemerintahan, untuk menyelesaikan kewajibannya secara bertahap.

“Kalau dilihat dari data, ada tunggakan yang mencapai lebih dari 82 bulan, bahkan hampir 10 tahun, terhitung sejak 2010 hingga sekarang,” ujarnya.

Firman mengatakan pihaknya terus mengedepankan pendekatan persuasif kepada pelanggan yang memiliki tunggakan. Perumda juga mendorong pelanggan untuk memanfaatkan mekanisme cicilan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Berdasarkan data perusahaan, sebagian pelanggan yang memiliki tunggakan tersebut bahkan sudah tidak lagi aktif menggunakan layanan air bersih.

“Kami sudah berpikir untuk melakukan pemutihan, tetapi tentu harus dikoordinasikan dan mendapat persetujuan dari pemerintah,” katanya.

Untuk mencegah bertambahnya piutang, Perumda Ake Gaale juga terus mengingatkan pelanggan agar membayar tagihan secara rutin setiap bulan. Imbauan disampaikan melalui media sosial, media cetak, maupun media daring.

Firman menegaskan, pembayaran tepat waktu penting dilakukan agar tagihan tidak menumpuk dan pada akhirnya memberatkan pelanggan.

“Jangan menunggu sampai tagihan menumpuk. Kalau dibayar rutin setiap bulan, tentu tidak akan menjadi beban bagi pelanggan,” pungkasnya.

728×90 Ads