Membaca Realitas
728×90 Ads

Pemkot Ternate Serahkan 20 Tenda untuk Pelaku UMKM di Ngaralamo

TERNATE, Kalesang — Pemerintah Kota Ternate menyerahkan 20 unit tenda lipat kepada pengelola kawasan UMKM di Lapangan Ngaralamo, Kota Ternate, Maluku Utara. Tenda tersebut nantinya didistribusikan kepada para pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan Coffee Street Ngaralamo.

Penyerahan tenda dilakukan langsung Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, didampingi Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, serta Kepala BP2RD Kota Ternate.

Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelaku UMKM, khususnya sektor ekonomi kreatif yang beraktivitas di kawasan Ngaralamo.

“Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah kota untuk mendukung para pelaku UMKM yang ada di Kota Ternate,” kata Rizal.

Menurutnya, kawasan Lapangan Ngaralamo kini berkembang menjadi salah satu ruang berkumpulnya pelaku ekonomi kreatif, terutama anak muda yang menjalankan usaha kopi dan kuliner.

Pemerintah Kota Ternate bersama pengelola kawasan juga telah membahas sejumlah aspek terkait pemanfaatan ruang, termasuk pengaturan parkir, kebersihan, serta kewajiban pajak dan retribusi.

Rizal menjelaskan, penyerahan tenda dilakukan kepada pengelola agar pendistribusiannya dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan para pelaku usaha di lapangan.

“Nanti dari pengelola yang distribusi kepada para pelaku UMKM kopi yang ada di sini. Dari sisi pemanfaatan dan peletakan, pengelola lebih tahu,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan tenda tersebut dapat membuat kawasan UMKM di Ngaralamo lebih tertata dan memiliki keseragaman dalam penampilan.

Selain 20 unit tenda untuk kawasan Coffee Street Ngaralamo, Pemkot Ternate juga menyiapkan 20 tenda lainnya untuk mendukung kegiatan Car Free Day di kawasan Taman Nukila.

Rizal menyebutkan, saat ini terdapat lebih dari 70 pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan Ngaralamo.

Untuk meningkatkan daya tarik kawasan tersebut, pemerintah bersama pengelola juga berencana menghadirkan pertunjukan musik akustik pada malam Minggu.

“Mulai malam Minggu depan sudah ada semacam live music, kerja sama pengelola juga dengan PT Sampoerna untuk ada akustik,” katanya.

Menurut Rizal, penyediaan fasilitas bagi pelaku UMKM juga harus berjalan beriringan dengan kewajiban mereka dalam memenuhi pajak dan retribusi daerah.

“Pajak ditagih, retribusi ditagih, tapi instrumennya juga harus ada, fasilitasnya juga harus didukung,” ujar Rizal.

728×90 Ads