TERNATE, Kalesang — Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, resmi membuka Festival Buku Maluku Utara atau BookFest Maluku Utara 2026 di Benteng Oranje, Kota Ternate, Jumat (11/9/2026).
Festival yang berlangsung selama dua hari, 11–12 September 2026, tersebut dirangkaikan dengan peluncuran Yayasan Rumah Buku Maluku Utara dan 99 buku karya penulis Maluku Utara.
Peluncuran 99 buku ditandai dengan penandatanganan replika sampul buku secara simbolis oleh Sarbin Sehe.
BookFest Maluku Utara juga menghadirkan sejumlah stan yang menyediakan berbagai karya penulis Maluku Utara serta buku dari Gramedia.
Selain itu, kegiatan tersebut melibatkan sivitas akademika MAN Insan Cendekia Halmahera Barat, SMA Negeri 8 Ternate, SMA Negeri 4 Ternate, hingga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kota Ternate yang menghadirkan mobil perpustakaan keliling di lokasi festival.
Festival Buku Maluku Utara merupakan hasil kolaborasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Maluku Utara, Komunitas Faduli Buku, dan Jakofi Pustaka.
Beragam kegiatan literasi turut digelar dalam festival tersebut, mulai dari diskusi buku, creative writing, teknik menulis sajak, musikalisasi puisi, pameran buku karya penulis Maluku Utara, hingga meet and greet yang menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu langsung dengan para penulis.
Dalam sambutannya, Sarbin Sehe mengatakan buku memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, budaya membaca dan menulis perlu terus didorong karena penulis memiliki peran penting dalam menyediakan informasi bagi masyarakat.
“Buku sangat penting dan menulis setara dengan guru. Penulis tidak bisa tergantikan oleh sistem informasi, karena tanpa penulis kita tidak mendapatkan informasi,” kata Sarbin.
Ia mengatakan kemampuan menulis tidak dapat dipisahkan dari budaya membaca. Karena itu, masyarakat perlu terus didorong untuk meningkatkan minat baca sekaligus menghasilkan karya dalam bentuk buku.
Sarbin juga berharap kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan budaya literasi di Maluku Utara dapat terus dilakukan. Menurutnya, kegiatan kepenulisan perlu melibatkan generasi muda agar budaya membaca dan menulis dapat terus berkembang.
Sementara itu, Ketua ICMI Orwil Maluku Utara, Kasman Hi. Ahmad, berharap Festival Buku Maluku Utara dapat ditetapkan sebagai agenda tahunan dan terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.
Menurut Kasman, kehadiran Yayasan Rumah Buku Maluku Utara diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan literasi sekaligus membantu penulis di Maluku Utara menerbitkan karya mereka.
“Dan adanya Yayasan Rumah Buku diharapkan menjadi gerakan dalam literasi dan pembukuan di Provinsi Maluku Utara. Di yayasan ini nantinya kita mendorong dan memfasilitasi teman-teman yang memiliki kemampuan menulis dan sudah memiliki naskah, tetapi belum diterbitkan,” kata Kasman.

