TERNATE, Kalesang – Upaya mendokumentasikan kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat kemampuan mengelola informasi di era digital menjadi fokus kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kota Ternate, 14–15 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di kantor Dispersip Kota Ternate tersebut menyasar pustakawan, guru, pelajar, dan pegiat literasi melalui dua materi utama, yakni kepenulisan berbasis konten budaya lokal dan literasi informasi.
Bimtek kepenulisan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Herman Oesman, Mardjorie S. Amal, dan Asgar Saleh. Sementara materi literasi informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi disampaikan oleh Nurlela Syarif, Sri Bulan Nainggolan, dan Herminsur.
Ketua Bidang II TP-PKK Kota Ternate, Hasmiati Rizal Marsaoly, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, kemampuan memahami informasi perlu diimbangi dengan keterampilan menuangkannya ke dalam tulisan.
Menurutnya, kedua materi yang diberikan saling berkaitan karena pengetahuan yang diperoleh melalui proses literasi perlu didokumentasikan agar bisa diwariskan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
“Literasi tidak cukup hanya dengan mengetahui dan memahami informasi. Pengetahuan juga perlu dituangkan dalam bentuk tulisan agar dapat didokumentasikan, diwariskan dan dimanfaatkan oleh orang lain,” kata Hasmiati.
Sementara itu, Kepala Dispersip Kota Ternate, Safia M. Nur, menjelaskan bahwa penguatan keterampilan menulis dan literasi informasi penting untuk menjaga keberlanjutan pengetahuan lokal sekaligus menghadapi derasnya arus informasi digital.
Ia mengatakan, melalui bimtek kepenulisan, peserta diharapkan mampu mengolah kekayaan tradisi dan budaya daerah menjadi karya tulis yang dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.
Di sisi lain, materi literasi informasi diarahkan untuk membekali peserta dengan kemampuan mengelola, menyaring, dan menyebarluaskan informasi yang valid secara bertanggung jawab.
“Peserta diharapkan mampu mengelola dan memanfaatkan informasi secara baik serta bertanggung jawab,” ujarnya.
Dispersip Kota Ternate berharap, kegiatan ini dapat mendorong lahirnya karya-karya yang mengangkat budaya lokal sekaligus meningkatkan kualitas penyebaran informasi di tengah masyarakat.
“Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat mengakses bahan bacaan, tetapi juga berperan dalam mendukung pendokumentasian pengetahuan, pelestarian tradisi, dan penguatan budaya literasi di Kota Ternate,” bebernya.
Kegiatan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Perpustakaan Nasional.

