PUKAT Maluku Utara Gandeng Tiga Desa di Morotai untuk Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan
MOROTAI, Kalesang – Yayasan Pusat Kolaborasi Riset (PUKAT) Maluku Utara menjalin kerja sama dengan tiga pemerintah desa di Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, untuk memperkuat pengelolaan perikanan dan kawasan konservasi berbasis masyarakat.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian bersama Pemerintah Desa Waringin, Usbar Pantai, dan Tiley Pantai di Kantor Desa Waringin, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini disaksikan Camat Morotai Selatan Barat, Muhammad Fitrawan Popa, bersama jajaran pemerintah kecamatan, kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok nelayan dari ketiga desa.
Camat Morotai Selatan Barat, Muhammad Fitrawan Popa, mengapresiasi keterlibatan PUKAT Maluku Utara bersama Blue Ventures dalam mendampingi masyarakat pesisir. Menurutnya, pendampingan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas nelayan dalam mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
“Kami sangat berterima kasih kepada PUKAT Maluku Utara dan Blue Ventures yang telah bersedia hadir dan mendampingi masyarakat nelayan di Desa Waringin, Usbar Pantai, dan Tiley Pantai. Ini adalah langkah penting bagi kemajuan sektor perikanan di wilayah kita,” ujarnya.
Ia juga meminta ketiga pemerintah desa agar memanfaatkan program pendampingan tersebut secara maksimal. Menurutnya, kerja sama yang telah disepakati tidak boleh berhenti pada penandatanganan, tetapi harus diwujudkan melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Manfaatkan pendampingan ini sebaik-baiknya. Jangan sampai program yang baik ini hanya berhenti pada tahap penandatanganan, tetapi harus benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Program sekaligus Ketua Pembina PUKAT Maluku Utara, Dr. Muhammad Assagaf, mengatakan pihaknya berkomitmen mendampingi masyarakat di tiga desa tersebut selama dua tahun.
Pendampingan ini diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya perikanan dan kawasan konservasi sesuai dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing desa.
“Tim PUKAT Maluku Utara siap bersama-sama dengan masyarakat dari tiga desa ini untuk membangun kemandirian dalam pengelolaan kawasan perikanan dan konservasi. Kami tidak hanya hadir sesaat, tetapi akan terus mendampingi selama dua tahun hingga masyarakat benar-benar mampu mengelola sumber daya mereka secara mandiri,” jelas Assagaf.
Untuk menjalankan program tersebut, PUKAT Maluku Utara menyiapkan tim pendamping lintas bidang. Tim ini terdiri dari Aisyah Bafagih, S.Pi., M.Si. selaku Manager Program, Ali Lating, S.Sos., M.A. sebagai Manager Lapangan, serta Syahnul Titaheluw, S.Kel., M.Si. sebagai Manager Keuangan.
Ketiganya akan bekerja bersama masyarakat dalam merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan pengelolaan perikanan serta konservasi hingga 2028.
Melalui kerja sama ini, masyarakat nelayan diharapkan tidak hanya memiliki kapasitas lebih baik dalam mengelola potensi perikanan, tetapi juga terlibat aktif menjaga ekosistem pesisir dan laut.
Kolaborasi antara PUKAT Maluku Utara, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya model pengelolaan perikanan berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Kabupaten Pulau Morotai.
