Membaca Realitas

DP3A Gelar Dialog Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Lingkup Kampus

TERNATE (kalesang) – Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP3A) Maluku Utara menggelar dialog bersama civitas akademik Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STKIP) Kie Raha, Ternate Maluku Utara. Rabu (16/11/2022).

Dialog tersebut berlansung di Aula STKIP Kie Raha Ternate itu,menghadirkan sejumlah narasumber yakni Sekretaris DP3A Malut, Eko Budiyanto, SH, Diskrimum Polda Malut, AKP indah Fitria Dewi S.IK, Kanit PPA , PSW STKIP, HIMPSI Malut, TALAS CENTER Anti Narkoba.

Anggota Persatuan Wanita (PSW) STKIP Kie Raha, Apridayani Marasabesy, mengatakan Kampus merupakan tempat untuk menuntut ilmu pengetahuan, tetapi kekerasan seksual masih tetap terjadi, yang  mana, jumlah korban terhitung terus meningkat setiap tahunnya.

Ia bilang, Kekerasan yang terjadi di kampus ini diakibatkan adanya sejumlah tipe, diantaranya tipe kekuasaan atau relasi kuasa.

“Relasi kuasa ini maksudnya pelaku memiliki kekuasaan yang lebih tinggi dibanding korban.” Ungkap Apridayani, PSW STKIP yang juga merupakan Dosen Program Study PGSD tersebut.

Apridayani mengatakan, disetiap kampus harusnya diwajibkan untuk mengawasi dan membimbing setiap mahasiswa.

“Peran penasehat akademik sebenarnya sangat penting, karena mereka sebagai jembatan antara dosen dan mahasiswa jika ada masalah.” Katanya

Sementara itu, salah satu peserta dialog Nuzliyati Amin, mengatakan edukasi dan sosialisasi untuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan dilingkungan perguruan tinggi harus secara Berkala oleh pihak kampus.

Tentu, lanjutnya, perlu penguatan tata kelola dengan menyusun, menetapkan kebijakan dan pedoman. Kemudian membentuk satuan satgas dan harus ada informasi aduan kekerasan didampingi dengan slogan yang keras.

“Kerjasama dengan instansi terkait, ataupun dengan komunitas yang berfokus pada isu-isu kekerasan seksual, agar korban berani speak up.” Tambahnya. (tr-04)

 

Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Yunita Kaunar