Bangun Rest Area dan Subsidi Transportasi di Sidangoli, Tanpa Kajian Mendalam
TERNATE (kalesang) – Dalam kaitannya dengan rencana pengembangan rest area dan subsidi transportasi (speed boat) oleh pemerintahan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) untuk penumpang di Sidangoli, mendapat kecaman dari Akademisi Universitas Khairun Ternate Maluku Utara, Nurdin Muhammad.
Akademisi Universitas Khairun Ternate Nurdin Muhammad mengungkapkan bahwa,rencana pengembangan tes area dan subsidi transportasi Speed boat, ini dilakukan dengan tanpa kajian yang matang dan komprehensif, naif rasanya jika berdasarkan gagasan sekelompok orang yang tanpa dokumen dan konsepsi yang jelas.
oleh karena akan menggunakan anggaran daerah yang tidak sedikit, apalagi rencana ini menjadi prioritas.
“Saya kira publik perlu mendapat informasi terkait pengembangan ini, bagaimana skemanya? Apa manfaatnya?. Publik menduga ini hanya orientasi proyek semata,”ungkap Nurdin.
Tak hanya itu, Pemerintah Halbar berencana akan mensubsidi transportasi bagi masyarakat yang menggunakan lalu-lintas laut Ternate-sidangoli, bagaimana skema subsidi ini dilakukan? Apa yang di subsidi tiket penumpangkah atau alat transportasi? Berapa besar anggarannya?
Bagaimana model pengawasannya, apakah dapat dijamin tidak terjadi korupsi? di sisi yang lain mengingat jenis modal transportasi laut(speed boat) yang ada selama ini sebagian besar sudah tak layak.
“Menurut saya rencana ini tidak efektif dan tidak efisien dari sisi anggarannya sebaiknya diarahkan pada subsidi transportasi bagi petani/pelaku usaha tani dalam distribusi produk pertanian/pangan ke Ternate atau wilayah lain. Sekali lagi ini akan lebih efektif,”tegas Nurdin.
Nurdin pun menjelaskan bahwa, dalam desain tata ruang (RT/RW) Halbar, Sidangoli/Jailolo selatan itu diarahkan pada pengembangan kawasan Industri.
“Menurut saya mestinya Pemda lebih fokus pada pengembangan investasi untuk mendukung kawasan industri baik itu kawasan industri pertanian atau pun lainnya,”kata Nurdin.
Lebih lanjut, sehingga pengembangan wilayah kita harusnya konsisten mengacu pada perencanaan atau tata ruang wilayah sebagaimana yang sudah ada.
Untuk menarik arus orang ke Halmahera yang saat ini pintu masuknya di Kota Sofifi , saya kira ini sangat mustahil dengan posisi Sofifi saat ini yang sudah sangat kuat dari sisi daya tarik wilayahnya.
Nurdin meminta kepada, DPRD Halbar mestinya tegas meminta evaluasi tentang proyek tersebut mulai dari sisi perencanaan dan pengawasan anggaran yang digunakan nanti, karena rencana ini sudah pasti memakan anggaran daerah yang tidak sedikit sedangkan manfaatnya belum terukur secara tepat dan pasti.
“Sekali lagi saya minta DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara ketat, dan evaluasi jika perlu menolak rencana ini,”tandasnya. (Redaksi)
Editor: Yunita Kaunar
