TIDORE (Kalesang) – Puluhan ruangan di bangunan lantai dua pasar Sarimalaha, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara, tidak digunakan.
Di setiap sudut gedung terpancar bau amis, salah satunya terdapat pada ruangan nomor 7 blok F. Selain itu, dinding di bangunan itu dicoret-coret oleh oknum yang tidak berrtanggung jawab, serta terlihat bekas muntah orang mabuk.
Ir, salah satu pedagang di lantai 2 tersebut mengatakan, ruko yang dibangun pada 2010-2011 silam itu awalnya dihuni oleh para pedagang. Namun berjalannya waktu atap bangunan itu bocor, sehingga sering becek jika turun hujan, termasuk di tempat jualannya. .
“Orang-orang yang sebelumnya sudah jualan, memilih keluar. Saat ini banyak tempat yang kosong.” Kata Ir saat ditemui kalesang.id, Sabtu (31/12/2022).
Ir mengaku sudah ulang kali mengadu masalah ini ke Walikota Tidore serta instansi terkait. Namun pihak terkait sampaikan bahwa pemeliharaan gedung akan diusulkan ke Pemerintah Pusat.
“Saya selalu mendapat jawaban yang sama, yaitu nanti diusulkan ke Pempus untuk anggaran pemeliharaan. Tapi sampai saat ini belum lihat tanda-tanda akan ada perbaikan.” Keluhnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Tikep, Saiful Latif saat dikonfirmasi mengatakan, dari 110 ruangan yang yang ada itu, hanya 40 saja yang terisi.
“Jadi sekitar 40 saja yang terisi, 70 sisanya kosong. Kalau di lantai dua hanya beberapa saja yang terisi.” Katanya.
Tentu, Saiful menambahkan, fenomena ini bukan hanya terjadi di Tikep, tetapi juga di daerah lain. Faktor kosongnya lantai 2 disebabkan oleh perilaku konsumen yang sulit diarahkan.
“Makanya pedagang juga mempertimbangkan hal itu.” Ujarnya.
Untuk mengatasi kerusakan bangunan, Saiful mengaku telah mengajukan solusi ke Komisi II DPRD Tikep. Ia menyarankan agar memasang eskalator supaya menarik pembeli untuk naik ke lantai dua.
“Ide itu saya sudah sampaikan ulang kali dan DPRD juga sudah setuju. Hanya saja, saya hanya bertindak sebagai eksekutor, bukan sebagai pengambil kebijakan.” Pungkasnya.(tr-04)
Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Junaidi Drakel
