TIDORE (kalesang) – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menetapkan kuota bahan bakar minyak (BBM) di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara.
“Untuk tahun 2023 ini saya sudah usulkan ke pihak BPH Migas pada pekan lalu, tetapi belum direspon.” Kata Kasi Pengawasan Disperindagkop Tidore, Habib, Kamis (19/1/2023).
Padahal, Habib mengatakan, di tahun 2022 lalu ia sudah menerima edaran penetapan kuota jenis BBM. Menurutnya, hal yang sama juga seharusnya ia dapatkan tahun ini.
Baca Juga: Waspada Gelombang Pasang di Pesisir Morotai Utara, Maba Utara, Tobelo Selatan dan Pulau Gebe
Jadi, lanjutnya, usulan yang ia sampaikan ke BPH Migas itu masing-masing jenis BBM penambahan, yaitu sebesar 10 persen dari kuota di tahun 2022.
“Tapi nanti dilihat apakah itu bisa diakomodir atau tidak, karena mengakses ke BPH itu susah.” Ucapnya.
Disentil terkait BBM Subsidi jenis Pertalite, Habib mengaku Pertalite di bawah pengawasan Pertamina. Sehingga tidak bisa diprediksi koutanya akan naik, tetap, ataukah turun.
Sekadar diketahui, kuota Pertalite di Tidore pada tahun 2022 sebanyak 114.915 ton, dimana didistribusikan ke 7 SPBU.
Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Junaidi Drakel
