Membaca Realitas

Ada Warung di Maluku Utara yang Tolak Uang Logam

BI Maluku Utara Bakal Gelar Kas Keliling Secara Teratur untuk Pulau Terluar

TERNATE (kalesang)– Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Bank Indonesia (BI) yang melayani pulau terluar di wilayah Provinsi Maluku Utara merampungkan misinya setelah enam hari pelayaran yang dimulai pada Jumat (27/1/2023) lalu sampai Rabu (1/2) kemarin.

Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Maluku Utara, Sulaiman Sandiah mengatakan dalam pelayaran yang menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Weda tersebut BI menyediakan uang sebanyak Rp10 miliar untuk melakukan pelayanan penukaran di masyarakat.

Lanjutnya, pulau yang dikunjungi tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat sebanyak 5 pulau, yakni Pulau Bacan, Pulau Sanana, Pulau Obi, Pulau Mayau, dan Pulau Taliabu.

“Penukaran dilakukan untuk menarik uang lusuh dan logam dari masyarakat.” Katanya, Selasa (7/2/2023).

“Uang yang dibawa pada saat ekspedisi ini juga dilakukan penukaran di bank-bank yang berada di daerah terluar seperti Pulau Taliabu dan Kepulauan Sula.” Tambahnya.

Sulaiman mengungkapkan, jumlah transaksi penukaran di wilayah Maluku Utara sebanyak Rp9,8 miliar yang terdiri dari penukaran uang pecahan Rp100 ribu sebanyak Rp3,3 miliar, pecahan Rp50 ribu sebanyak Rp3,3 milir, dan pecahan Rp20 ribu sebanyak Rp1,2 miliar.

“Sisanya penukaran uang pecahan kecil sehingga total keseluruhan mencapai Rp9,8 miliar.” Ungkapnya.

Selain itu, terdapat masalah yang ditemukan saat ekspedisi, yaitu penolakan uang logam di warung, sehingga uang logam yang diterima masyarakat tidak bisa dibelanjakan. Terkait dengan temuan tersebut, Suleman mengaku kas keliling untuk pulau 3T akan terus dijalankan.

“Ada warung yang menolak sehingga uang logam yang diterima masyarakat tidak bisa dibelanjakan. Maka, tim ekspedisi juga turut mengedukasi ke masyarakat untuk tidak menolaknya, karena uang logam merupakan uang resmi dikeluarkan oleh negara. Kedepan kas keliling 3 T akan terus dijalankan.” Tandasnya.

 

Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan