TERNATE (kalesang) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) maritim Indonesia mengeluarkan peringatan dini adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan di Indonesia, termasuk Maluku Utara.
Gelombang tinggi ini disebabkan adanya pola angin di Indonesia bagian utara yang dominan bergerak dari barat laut ke timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5 sampai 25 knot.
Sementara, di bagian selatan dominan bergerak dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 sampai 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di laut Banda, perairan Kepulauan Kei, Kepulauan Aru, dan laut Arafuru.
Gelombang tinggi mencapai 1.25 hingga 2.50 meter di wilayah Maluku Utara berpeluang terjadi di perairan Utara Kepulauan Banggai hingga Kepualauan Sula, perairan Kepulauan Halmahera dan laut Halmahera.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.” Tulis Eko Prasetyo seperti dilihat kalesang.id pada laman resmi BMKG Maritim, Rabu (15/2/2023).
Selain potensi gelombang tinggi, Eko juga memperingatkan adanya potensi banjir rob, dimana banjir rob ini dipicu adanya fenomena super new moon atau fase bulan baru.
Fase bulan baru ini bersamaan dengan Perigee atau jarak terdekat bulan ke bumi yang diprediksi terjadi pada tanggal 20 Februari 2023 mendatang yang mana berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
Potensi banjir rob, lanjut Eko, secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Baca Juga: Angin Kencang, Rumah Warga Kota Ternate Tertimpa Pohon
Di Maluku Utara sendiri, banjir rob diperkirakan terjadi selama tiga hari yang dimulai pada 14-16 Februari 2023. Dengan demikian, kata Eko, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan tetap siaga.
“Masyarakat agar selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut.” Pintanya.
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
