Pedagang Takjil di Kampung Ramadan Kepulauan Sula Raup Keuntungan Jutaan Rupiah
Pedagang Tidak Dipungut Biaya
SANANA (kalesang) – Pedagang takjil di Kampung Ramadan Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, raup keuntungan jutaan rupiah.
Ketua Panitia Kampung Ramadan, Gajali Fataruba menyampaikan, sebelumnya perencanaan kampung ramadan ini setiap lapak dalam sehari ibu-ibu bisa raih paling rendah Rp200.000.
Tapi nyatanya, lanjut Gajali, dalam sehari satu lapak takjil bisa mendapat keuntungan jutaan rupiah. Buktinya, satu lapak bisa dapat sampai Rp2 juta lebih, dan yang paling rendah Rp60 ribu.
“Jadi yang kita hitung di sini bukan dilihat dari keuntungan pedagang. Tapi kita menghitung berapa jumlah pengunjung yang berbelanja di Kampung Ramadan.” Katanya, Senin (27/3/2023).
Baca Juga: Jejak Kejahatan Harita Group di Balik IPO Saham
Dari hitungan para pengunjung yang berbelanja, lanjut Gajali, di hari pertama kurang lebih berjumlah Rp19 juta, hari kedua Rp16 juta dan hari ketiga Rp19 juta. Jadi totalnya sampai di hari ke empat ini mencapai Rp50 juta lebih.
Meskipun keuntungan pasar ramadan puluhan jutaan rupiah, kata Gajali, menariknya pantia tidak memungut biaya sedikitpun dari pemilik lapak. Padahal, segala fasilitas, mulai dari tempat lapak, spanduk ramadan maupun tenda ditanggung oleh panitia.
” Jadi perlu saya sampaikan bahwa di Kampung Ramadan ini tidak ada pungutan biaya apapun. Intinya kami gratiskan seluruh fasilitas untuk ibu-ibu yang berjualan.” Tandasnya.
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
