Pengguna QRIS di Maluku Utara Lebih Rendah dari Papua
Meski Merchant dan Transaksi di Maluku Utara Meningkat
TERNATE (kalesang)– Jumlah merchant dan transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) wilayah Provinsi Maluku Utara mengalami peningkatan per Februari 2023.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara R. Eko Adi Irianto mengungkapkan jumlah merchant per Februari 2023 tercatat sebanyak 83.636.
“Jika dibandingkan dengan bulan Januari 2023 lalu, jumlah merchant QRIS mengalami peningkatan sebesar 1,41 persen.” Ungkapnya pada kegiatan Diseminasi Moneter dan Fiskal Provinsi Maluku Utara, Rabu (12/4/2023).
Eko menuturkan hingga Februari 2023, transaksi QRIS di wilayah Provinsi Maluku Utara mencapai Rp5,210 Miliar atau meningkat 28, 302 persen jika dibandingkan dengan bulan Januari 2023.
Meskipun mengalami peningkatan, namun ia mengatakan tingkat utilitas QRIS Maluku Utara termasuk terendah se Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) yakni 39 persen.
“Utilitas itu maksusdnya jumlah merchantnya meningkat tapi pengguna terbatas.” Jelasnya.
Diketahui, tingkat utilitas QRIS tersebut telah menduduki urutan terendah sejak tahun 2022 lalu dengan angka persentase yang sama.
Tambahnya, untuk mendorong hal tersebut, ia mengaku pihaknya terus melakukan sejumlah kegiatan, seperti sosialisasi maupun ekspansi merchant pada sejumlah sektor diantaranya Pasar SIAP QRIS, edukasi serta publikasi QRIS dengan metode langsung, dan penyelenggaraan kompetisi dan awarding dengan melibatkan perbankan, TNI/Polri, ASN, mahasiswa, dan masyarakat umum.
“Publikasi dan edukasi dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai kegiatan, Pameran Museum BI, dan donor darah.” Tandasnya.
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
