TERNATE (kalesang) – Jumlah penduduk miskin di Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan 6,46 persen per Maret 2023.
Dengan adanya kenaikan tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara menyatakan, penduduk miskin Maluku Utara per Maret 2023 sebanyak 83,80 ribu.
Yang mana, jika dibandingkan dengan periode Maret 2022, angka itu mengalami kenaikan 0,23 persen poin.
Kemudian, berdasarkan daerah tempat tinggal periode September 2022-Maret 2023, jumlah penduduk miskin terbanyak berada di wilayah perdesaan, yakni 1,20 ribu orang, sementara di wilayah perkotaan sebanyak 0,46 ribu.
Kepala BPS Maluku Utara Aidil Adha mengungkapkan, komoditi makanan menjadi faktor utama yang mempengaruhi kenaikan tingkat kemiskinan Maluku Utara.
“Beras merupakan komoditas utama makanan yang memiliki share terbesar pada kemisikinan di Maluku Utara, kemudian rokok menjadi komoditas dengan share terbesar kedua.” Katanya, Senin (18/7/2023).
Ia menuturkan, untuk memenuhi kebutuhan, garis kemiskinan penduduk Maluku Utara pun naik 27,67 persen atau Rp2.557.818,-/bulan.
“Secara rata-rata, garis kemiskinan per rumah tangga pada Maret 2023 adalah naik sebesar 27,67 persen dibanding kondisi September 2022 yang sebesar Rp2.786.703,-/bulan.” Tutupnya.
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Junaidi Drakel
