Membaca Realitas

Satgas MBKM FIB Unkhair Ternate Selenggarakan Seminar Presentasi Laporan Kinerja

Mustafa: Program MBKM Menyiapkan Mahasiswa Hadapi Perubahan Sosial

 

TERNATE (kalesang) – Sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara melaksanakan seminar laporan pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Presentasi tersebut merupakan laporan kinerja yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas (Satgas) MBKM FIB Unkhair Ternate Semester Genap Tahun Akademik 2022/2023.

Di mana, peserta MBKM tersebut berasal dari lima Program Studi (Prodi), di antaranya Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Ilmu Sejarah, Antropologi, dan Prodi Usaha Perjalanan Wisata.

Ketua Tim Satgas MBKM, Mustafa Mansur dalam laporannya menyampaikan, bahwa pelaksanaan program magang MBKM berjalan sangat dinamis, oleh karena mahasiswa peserta MBKM dalam melakasanakan program MBKM dituntut untuk belajar pada dunia kerja, di luar bidang keilmuan.

Menurutnya, MBKM merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.

“Kampus merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil. Jadi, ada konversi mata kuliah sebanyak 20 SKS yang dikonversi ke program MKBM dalam setiap semester.” Kata Mustafa, Rabu (19/7/2023).

Mustafa yang merupakan Ketua Monitoring Centre Sustainable Tourism Observatorises (MCSTO) Universitas Khairun ini mengatakan, bahwa program MBKM ini penting untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat, kompetensi mahasiswa harus disiapkan untuk lebih gayut dengan kebutuhan zaman.

Link and match tidak saja dengan dunia industri dan dunia kerja tetapi juga dengan masa depan yang berubah dengan cepat.” Jelasnya.

Perguruan tinggi, lanjutnya, dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan.

“Jadi, kebijakan MBKM diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. Di mana, kampus merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.” Ucap dosen sejarah dan pariwsata tersebut yang juga selaku Ketua Tim Kerja Pembukaan Program Studi Serjana Terapan Destinasi Pariwisata.

“Alahmdulilah, program MBKM di FIB pada semester ini dapat kami laksanakan meskipun masih terdapat kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan program tersebut.” Tambah Mustafa.

Kelemahan itu, kata dia, tentu akan menjadi bahan evaluasi dari Tim Satgas MBKM untuk dilakukan perubahan dan perbaikan pada pelaksanaan program MBKM yang akan datang.

“Kami juga meyampaikan terima kasih kepada pihak institusi baik pemerintah dan swasta sebagai mitra program MBKM yang telah berkenaan menerima dan membina mahasiswa kami yang melaksanakan magang MBKM pada institusinya masing-masing.” Ujarnya.

Seminar presentasi tersebut, Mustafa menambahkan, sebagai bentuk pertanggung jawaban peserta MBKM atas kinerja yang dilakukan pada setiap intititusi. Dari prsentasi itu, pihaknya dapat melihat capaian dan pengalaman yang mereka peroleh di dunia kerja.

“Sehingga hal ini akan menjadi acuan dalam upaya mendesain kurikulum yang lebih adaptaif, terukur, dan berkelanjutan.” Bebernya.

Peserta MBKM FIB Unkhair Ternate

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik Bapak Bahtiar Majid yang mewakili Dekan FIB menyampaikan, apresiasi kepada Tim dan peserta MBKM yang yang sudah melaksanakan dan mensukseskan kegiatan MBKM ini.

Kegiatan MKBM ini, ia menyampaikan, sangat mendukung capaian indeks kinerja utama (IKU) institusi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun. Menurut Wadek I ini, kedepan pihak pimpinan fakultas akan mendorong program MKBM melalui program pertukaran mahasiswa antar Fakultas Ilmu Budaya se-I.ndonesia.

“Jadi mahasiswa FIB Unkhair dapat kuliah di perguruan tinggi lain di Indonesia pada fakultas yang sama. Saat ini, terdapat kurang lebih 18 perguruan tingi di Indonesia yang memiliki FIB dan telah membangun kerjasama pada pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi termasuk impleimentasi program MBKM.” Pungkasnya.

Sekadar diketahui, turut hadir dalam seminar tersebut, para wakil dekan dan Koordinator program studi, serta dosen-dosen dalam lingkup Fakultas Ilmu Budaya. Mahasiswa peserta MBKM juga terlihat sangat antusias mempresentasikan laporannya masing-masing.

 

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel