Membaca Realitas

Arus Modernisasi Jaman dan Manusia Maluku Utara yang Over Adaptif

Dewasa ini kita menyaksikan fenomena perubahan sosial yang sangat cepat mengalir mengikuti perkembangan teknologi yang juga berkembang pesat. Akan tetapi pernahkah di antara kita mecoba untuk melawan arus moderenisasi itu? Saya pikir di antara kita pasti ada yang mencoba melawanya.

Faktanya setiap kita yang mencoba melakukannya sekuat tenaga akan terasa begitu sulit bagi kita para manusia yang hidup di masa transisi revolusi industri 4.0 menuju pada revolusi industri 5.0. Terasa mustahil jika melihat cepatnya perkembanan yang terjadi sekarang ini.

Tapi, bukan tidak mungkin jika kita mencoba melakukanya, apa dampak jika kita mencoba tidak melakukan pergerakan maju menuju perubahan itu? Bagaiamana jika perubahan itu kita adopsi secara utuh dalam kehidupan sehari-hari? Sebelum beranjak pada beberapa pertanyaan yang diajukan marilah kita melihat beberapa fakta sekarang ini dan masa silam.

Jika kita menengok kembali pada tujuan awal dari cetusan revolusi industri adalah penekanan manusia sebagai objek utama dalam produksi barang secara besar-besaran, dengan kata lain revolusi inidustri memiliki tujuan mempermudah manusia dalam menghasilkan barang yang menjadi kebutuhan.

Terlepas dari defenisi deskriptif revolusi industri itu sendiri, kita sudah dapat melihat tujuan utama dari munculnya refolusi industri. Selanjutnya penekanan tenaga manusia dengan maksud mengurangi pengeluaran kost produksi dalam hal ini biaya bayar jasa para pekerja.

Internet, adalah salah satu dari hasil revolusi industri yang dikembangkan menjadi raksasa utama dalam modernisasi. Hasil dari lahirnya internet adalah digitalisasi dan media sosial yang mana ini juga berperan dalam perubahan-perubahan lainya, tak terkecuali perubahan kultur budaya yang kita rasakan sekarang.

Bukan tanpa alasan setiap perkembangan yang terjadi juga akan berdampak pada kehidupan sosial dan bermansyarakat, bahkan tidak bisa kita pungkiri terkadang perubahan ini juga membawa kesan negativ pada masyarakat Maluku Utara yang kita ketahui secara keseluruhan, bahwa daerah ini penuh dengan adat, budaya, dan aturan.

“Kekhawatiran sesuguhnya adalah jika nanti kultur yang menjadi ciri khas daerah ini tergeser dan tergantikan”.***