Membaca Realitas

BI Maluku Utara Proyeksi Ternate Inflasi Hingga September

TERNATE (kalesang)– Kota Ternate sebagai barometer Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Maluku Utara terus mengalami inflasi per semester I tahun 2023.

Berdasarkan data IHK Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara, Kota Ternate mengalami inflasi sejak bulan Januari dan hanya sekali mengalami deflasi pada bulan Maret.

Jika dirinci pada bulan Januari, inflasi Kota Ternate mencapai 0,10 persen, bulan Februari 1,85 persen, bulan Maret -1,26 persen, bulan April 1,32 persen, bulan Mei 0,34 persen, bulan Juni 0,01 persen, dan bulan Juli 0,30 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara Setian mengatakan, pada tahun 2023 tekanan inflasi Maluku Utara relatif tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Lanjutnya terdapat sejumlah tekanan yang mempengaruhi angka inflasi Maluku Utara periode semester I tahun 2023, yakni kenaikan harga ikan, beras, hingga kenaikan tarif angkutan laut antar provinsi.

“Dari awal tahun kita sudah inflasi dan ada tekanan yang berbeda-beda, mulai dari harga ikan hingga HET beras yang naik.” Ungkapnya, Kamis (3/8/2023).

“Kalau saja kemarin tidak ada kebijakan kenaikan tarif angkutan laut, maka kita bisa deflasi di bulan Juli, karena harga ikan sudah relatif turun.” Tambahnya.

Setian menuturkan, BI Maluku Utara kembali memproyeksi pada bulan Agustus hingga September masih terjadi inflasi dikarenakan berkurangnya hasil panen holtikultura di sejumlah daerah, dan adanya prediksi fenomena el-nino oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Proyeksinya masih inflasi bulan ke bulan di level 0,28 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun 3,9 persen.” Katanya.

Untuk mengantisipasi hal itu, ia mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate untuk menyediakan buffer stock pangan.

“Upaya yang dilakukan menjaga ketersediaan dengan buffer stock yang didatangkan dari Kota Ternate sendiri dan Halmahera, mengantisipasi tertahannya pasokan dari Sulawesi.” Tukasnya.

Reporter: Sitti Muthmainnah