Membaca Realitas

Komunitas Kicau Mania Gamalama Ternate Gelar Lomba Burung Berkicau

Pemenang Lomba Diberikan Uang Tunai dan Piala

TERNATE (kalesang) – Komunitas Kicau Mania Gamalama Ternate, Provinsi Maluku Utara, menggelar lomba burung berkicau di Taman Film Benteng Fort Oranje Ternate, Minggu (27/8/2023).

Sekertaris Komunitas Kicau Mania Gamalama Ternate, Deri mengatakan, kegiatan lomba burung berkicau yang dilaksanakan Komunitas Kicau Mania Ternate berlangsung selama satu hari.

“Ada empat jenis burung yang kami lombakan yakni burung murai batu, burung cucak ijo, love bird, burung kenari.”Ungkap Deri.

Ia menyebutkan, sebelum lomba burung berkicau dilaksanakan, terlebih dulu para peserta mengantri di meja panitia untuk mendaftarkan diri dan mengambil nomor gantungan.

Setelah mengambil nomor antrian gantungan, kata dia, langsung menuju di lokasi lomba sambil membawa burung masing-masing. Untuk pendaftaran tiket tergantung kelas, kalau kelas A harga tiket Rp225 ribu, B Rp175 ribu, dan kelas C Rp125 ribu.

“Sistim penilaian kita melihat suara kicauan burung kemudian durasi minimal 10 menit setelah itu baru dihitung isinya.”Ujar Deri.

Ia mengaku, adapun hadiah yang akan diberikan pada pemenang lomba nanti berupa uang tunai dan piala. “Semoga lomba kicauan burung ini dapat berlangsung aman dan lancar.”Jelas Deri.

Terpisah, Pembina Komunitas Kicau Mania Gamalama Kota Ternate, Ramli menambahkan, Komunitas Kicau Mania Gamalama ini bagian dari kelompok hobi burung berkicau.

Artinya, burung tak dilindungi dan jenis burung dilombakan ini merupakan burung yang diternak di seluruh Indonesia. Jadi burung tersebut dibudidayakan oleh warga Indonesia dan nilai ekonomi cukup tinggi.

“Bahkan lomba burung berkicau ini masuk pada event piala tingkat Presiden di Indonesia.”Ucap Ramli.

Ia menuturkan, pemerintah pusat melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kementrian Kesultanan telah mengeluarkan regulasi terkait burung andemik parbengkok, dan di daerah lain sudah punya jenis andemik parbengkok.

“Dan itu memang aturannya berlaku secara nasional tanpa didorong pemerintah kota, sehingga kami berharap pemerintah kota melakukan sosialisasi pada warga untuk beralih dari burung yang dilindungi ke burung berkicau yang dilombakan hari ini.”Pungkasnya. (tr-02)

Reporter: Dedi Sero-Sero

Redaktur: Wawan Kurniawan