Membaca Realitas

Jadi Sekolah Unggulan Siswa dan Guru SMALB-N Ternate Tanam Sayur Lewat Hidroponik

Hasilnya akan Dijual ke Orang Tua Siswa dan ke Pasar

TERNATE (kalesang) – Siswa dan dewan guru Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB-N) Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, beberapa waktu terakir menerapkan teknik bercocok tanam hiroponik di sekolah mereka.

Terobosan ini dilakukan pihak sekolah sebagai bentuk kegiatan sebagai sekolah unggulan. Kepala SMALB-N Kota Ternate, Mariani HI. Tamrin mengatakan, penanaman hidroponik di sekolah merupakan implementasi dari projek penguatan profil pelajar pancasila atau P5.

Menurutnya, penanaman program itu melibatkan siswa tuna ganda (mengalami lebih dari satu keterbatasan), tuna daksa (tidak memiliki anggota tubuh yang  tidak sempurna), tuna grahita (kemampuan intelektual dan kognitif yang berada di bawah rata-rata dibandingkan orang pada umumnya), tuna rungu (kehilangan kemampuan mendengar), dan autis (gangguan pada sistem sarafnya dan mempengaruhi perilakunya sehari-hari atau yang disebut juga dengan neurobehaviour)

“Hanya saja penanaman hidroponik, kami tidak melibatkan siswa tuna tuna netra (kehilangan kemampuan melihat.red).”Ungkap Mariani, Senin (4/9/2023).

Ia mengaku, alasan dirinya memilih kegiatan menanam sayuran lewat hidroponik, karena lahan di sekolah sudah sempit sehingga menjadi alternatif untuk bercocok tanam melalui hidroponik.

“Selain itu, hidroponik tidak lagi menggunakan tanah tapi pakai air, jadi kita membuat tempat penampungan air, supaya siklus air berputar terus guna menghidupi tanaman.”Ujar Mariani.

Ia menyebutkan, ada dua jenis sayuran yang ditanam di hidroponik yakni sayur Pakcoy dan Selada, kemudian beberapa sayuran bibitnya sudah disemai, tinggal menunggu panen baru ditanam ulang jenis sayuran yang lain.

“Hasil panen nanti kita rencana jual ke orangtua siswa atau ke pasar.”Jelas Mariani.

Ia berharap, kedepan para siswa sudah lulus sekolah, pengalaman ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, supaya mereka tidak lagi hidup ketergantungan secara ekonomi di keluarga saat dewasa nanti.”Pungkasnya. (tr-02)

Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan