Membaca Realitas

Aktivitas Gunung Gamalama Ternate: 14 Kali Gempa Tektonik Lokal

TERNATE (kalesang) – Gunung Gamalama yang terletak di Kota Ternate, Maluku Utara, sejak bulan Januari 2023 terpantau didominasi gempa tektonik jauh, gempa tektonik lokal dan gempa vulkanik dalam (VA).

“Kejadian gempa vulkanik dalam umumnya terekam 1-2 kejadian per hari.” Kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Hendra Gunawan dalam keterangannya, Selasa (19/9/2023).

“Hembusan asap kawah umumnya teramati berwarna putih tipis hingga tebal dengan tinggi 10-300 meter di atas puncak.” Sambung Hendra.

Disampaikan, perkembangan terakhir aktivitas Gunung Gamalama hingga 19 September 2023, yakni terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) sejak tanggal 8 Semptember 2023.

Dimana, pada 8 Semptember 2023 terekam 16 kali gempa vulkanik dalam dan rata-rata kejadian hingga 18 September 2023 adalah 9 kejadian per hari. Gempa hembusan terpantau fluktuatif dan cenderung mengalami peningkatan.

“Hingga tanggal 18 September 2023 terekam 6 kali gempa hembusan, 7 kali gempa vulkanik dalam, 14 kali gempa tektonik lokal, dan 18 kali gempa tektonik jauh.” Ungkap Hendra.

Aktivitas hembusan kawah tanggal 8-18 September 2023 teramati hembusan asap kawah putih tipis dengan tinggi 25-100 meter. Angin lemah-sedang ke arah, barat, barat-daya, utara dan timur laut.

Pada kondisi di atas, Hendra mengemukakan, dan mengingat karakteristik prekusor erupsi Gunung Api Gamalama, maka potensi bahaya yang kemungkinan besar terjadi adalah erupsi freatik dengan ancaman bahaya untuk saat ini berupa lontaran material dan kawah utama melanda wilayah dengan radius 1.5 km dari pusat erupsi.

“Hujan abu tipis dapat terjadi dengan jarak dan intensitas tergantung dari arah dan kecepatan angin.” Ujarnya.

Ia merekomendasikan kepada masyarakat di sekitar Gunung Gamalama atau pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan mendekati pada 1.5 radius km dari puncak.

“Pada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Gamalama agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar.” Pungkasnya.

Reporter: Rahmat Akrim

Redaktur: Junaidi Drakel