BACAN (kalesang) -Pulau Obi, Kabupaten Halamahera Selatan, Maluku Utara termasuk bagian pendapatan relatif cukup besar untuk sektor perikanan laut.
Hal ini dibuktikan dengan luas potensi lumbung perairan laut. Misalnya di Kecamatan Obi, khususnya Desa Anggai. Dulu, di Anggai termasuk ekspor ikan terbanyak dengan beragam jenis ikan yang diperoleh. Para nelayan tidak kesulitan mencari ikan. Jarak tempuh melaut hanya cukup dekat kampung.
Beda halnya dengan sekarang, para nelayan jurtu kesulitan. Mengeluh akibat dari tindakan pelaku-pelaku pengeboman yang cukup marak terjadi. Tentunya peristiwa pengeboman menjadi masalah serius atas kerusakan ekosistem laut dan perlu ada perhatian serius dari aparat kepolisian sebagaimana undang-undang yang berlaku.
Sebab hasil pendapatan para nelayan Desa Anggai selain di sektor pertambangan, sektor perikanan relatif menguntungkan untuk kebutuhan pendapatan ekonomi masyarakat.
Sebagai pecinta nelayan, tentu saya berharap penuh kepada kita semua, lebih khusus masyarakat Anggai untuk tetap bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem laut untuk masa depan para nelayan dan generasi-generasi kita.” Kata Wahib, salah satu warga Desa Anggai, Sabtu (4/11/2024).
Kemudian, Wahib mengatakan, ada intervensi serius dari Pemerintah Provinsi Malut sangat perlu untuk kelangsungan kesejahteraan pemberdayaan nelayan.
”Sejauh penelusuran saya, keterbatasan persediaan fasilitas alat tangkap sangat terbatas. Rata-rata fasilitas nelayan hanya menggunakan perahu dan (ketinting) untuk kepentingan nelayan.” Pungkasnya.
Editor: Junaidi Drakel
