TERNATE, Kalesang – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate resmi membuka pendaftaran pelatihan Operator Track Excavator dan Operator Forklift bagi masyarakat umum. Program ini menjadi peluang strategis bagi warga Maluku Utara untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat daya saing di sektor industri alat berat dan logistik.
Pelatihan diberikan secara gratis, dengan dua lokasi berbeda. Kelas Operator Excavator akan berlangsung di Satpel Sofifi, sementara Operator Forklift dipusatkan di BPVP Ternate. Pendaftaran dibuka hingga 28 November 2025, kemudian dilanjutkan seleksi tertulis dan wawancara pada 1 Desember 2025. Peserta yang dinyatakan lolos akan mulai mengikuti pelatihan mulai 3 Desember 2025.

Untuk kelas Operator Excavator, persyaratan peserta meliputi: laki-laki, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, tinggi badan minimal 160 cm, usia minimal 22 tahun, serta pendidikan terakhir minimal SMP.
Sementara untuk Operator Forklift, pelatihan terbuka bagi laki-laki maupun perempuan dengan usia minimal 18 tahun, mampu mengemudi kendaraan roda empat, dan berpendidikan minimal SD.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima pembelajaran teknis. BPVP Ternate juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung mulai dari seragam, perlengkapan praktik, konsumsi, uang saku hingga sertifikat pelatihan. Fasilitas ini diberikan agar peserta dapat menjalani pelatihan secara optimal dan siap bekerja dengan kompetensi yang tersertifikasi.

Pendaftaran dilakukan melalui platform Skillhub Kemnaker dengan membuat akun Siapkerja, kemudian memilih program pelatihan di BPVP Ternate. Setelah mengunduh bukti pendaftaran, peserta diwajibkan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai jadwal yang ditetapkan.
Program pelatihan ini diharapkan menjadi jalur percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja di Maluku Utara. Dengan sertifikat dan keterampilan operator alat berat, peserta diproyeksikan mampu memasuki pasar kerja dengan lebih percaya diri dan memiliki peluang karier yang lebih luas di sektor industri dan jasa logistik.
Reporter: Airin A. Taher
