Membaca Realitas

Kenari Makian Diusulkan Jadi Produk Indikasi Geografis dari Halsel

LABUHA, Kalesang – Kenari Makian, komoditas khas Halmahera Selatan (Halsel), terus didorong untuk mendapatkan pengakuan sebagai Produk Indikasi Geografis (IG). Selain menjadi bahan utama olahan kue dan minuman, kenari asal Pulau Makian ini telah lama menjadi sumber penghidupan masyarakat kecil di Maluku Utara.

Kekhasan rasa dan teksturnya membuat Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Malut bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Halsel mulai menginisiasi proses pencatatan Kenari Makian sebagai potensi IG.

Kepala Kanwil Kemenkumham Malut, Budi Argap Situngkir, mengatakan bahwa Maluku Utara memiliki banyak produk yang layak didaftarkan sebagai Indikasi Geografis karena dipengaruhi faktor lingkungan, baik alam maupun manusia.

“Banyak sekali potensi indikasi geografis di Maluku Utara yang dapat dilindungi. Untuk itu, Kanwil Kemenkumham Malut terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, komunitas masyarakat, dan seluruh pihak dalam upaya pelindungan,” ujar Argap, Kamis (4/12/2025).

Analis Kekayaan Intelektual Kemenkumham Malut, M. Ikbal, menjelaskan bahwa inventarisasi menjadi langkah penting untuk memetakan karakteristik, reputasi, dan keunikan komoditas seperti Kenari Makian yang tidak dimiliki daerah lain.

“Kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Halsel sangat penting karena mereka memiliki data teknis serta akses langsung kepada petani dan pelaku usaha. Sinergi ini akan mempercepat proses penyusunan dokumen IG,” kata Ikbal saat ditemui di Labuha.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Halsel, Suyatmi Aljokja, menegaskan kesiapan pihaknya dalam menyediakan data teknis berbagai komoditas unggulan Halsel, termasuk Kenari Makian dan Kopi Liberika. Ia mencontohkan Duku Bacan yang telah terdaftar sebagai produk IG di DJKI Kemenkumham.

“Ini penting sekali agar sumber daya alam dari Halsel dapat dilindungi dan tidak diklaim pihak lain,” tegasnya.

Untuk melengkapi dokumen IG, tim berencana melakukan penelusuran langsung ke lapangan, termasuk observasi lokasi budidaya, pencatatan teknik tradisional, serta identifikasi karakteristik khas Kenari Makian yang menjadi keunggulan daerah.