TERNATE, Kalesang – Berawal dari warisan usaha rempah sang ibu, Umi Salamah sukses mengantarkan brand lokal Pakesang menembus pasar luar negeri dan meraih omzet ratusan juta rupiah per tahun. Ditemui di outletnya di Kalumpang, Jumat (5/12/2025), Umi menceritakan perjalanan usahanya yang kini mampu bersaing di pasar modern hingga tampil di pameran internasional.
Usaha Pakesang berdiri sejak 2012, berangkat dari keinginan Umi untuk membawa rempah-rempah Maluku Utara dikenal lebih luas.
“Saya terinspirasi dari ibu yang membuka usaha rempah. Saya berpikir bagaimana agar rempah ini dikenal lebih luas, jadi saya putuskan membuat usaha turunan,” ujar Umi.
Produk pertama Pakesang adalah keripik ubi jalar. Namun gebrakan besar muncul ketika Umi menciptakan kopi rempah, inovasi yang menurutnya belum pernah ada sebelumnya. Produk tersebut langsung mendapat respons positif dan kini menjadi best seller bersama Air Guraka.
Produk Pakesang telah tersedia di berbagai titik penjualan seperti Outlet Pakesang Kalumpang, Swalayan Tara No Ate, Pelabuhan, serta retail modern Hypermart, Alfamidi, dan Indomaret. Penjualan online turut diperkuat melalui Instagram, Facebook, WhatsApp Business, dan marketplace dengan nama Pakesang Official. Harga produk berkisar Rp40.000 hingga Rp99.000.
Go Global hingga Afrika
Perjalanan panjang Umi berbuah hasil besar. Pakesang tak hanya aktif dalam kegiatan lokal, tetapi juga telah mengikuti berbagai pameran dagang internasional, termasuk di Arab Saudi dan Afrika. Upayanya memperkenalkan rempah-rempah khas Maluku Utara ke kancah global mendapat pengakuan berupa empat penghargaan bergengsi.
Secara bisnis, Pakesang mencatat omzet bulanan antara Rp70 juta hingga Rp90 juta, dengan total omzet tahunan mencapai Rp400 juta hingga Rp500 juta.
“Perjuangan ini sudah lama. Alhamdulillah, kami sudah mendapat empat penghargaan. Ini membuktikan produk rempah lokal kita punya potensi besar di pasar global,” tutup Umi.
Reporter : Niar Naraya
Redaktur : Caca
