Angkat Warisan Rempah, Ne Gam Macahaya Fokus Pangan Fungsional
TERNATE, Kalesang – Ne Gam Macahaya, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kota Ternate, Maluku Utara ini terus berkomitmen mengangkat potensi lokal melalui pengembangan produk pangan berbasis rempah dan perikanan.
Berdiri sejak 2014 dan resmi melegalkan administrasi usaha pada 2016, UMKM ini tak sekadar menghadirkan cita rasa, tetapi juga menonjolkan manfaat kesehatan atau pangan fungsional bagi konsumen.
Owner Ne Gam Macahaya, Iin Tomaito, menjelaskan nama usahanya berasal dari bahasa Ternate yang berarti “Ini Cahaya Negeri”. Filosofi tersebut diwujudkan melalui produk-produk yang mengangkat kekayaan alam Maluku Utara, khususnya rempah-rempah seperti pala dan cengkeh.
“Untuk produk berbasis rempah, kami lebih fokus ke pangan olahan fungsional karena ini juga bagian dari pengetahuan turun-temurun orang tua dulu. Contohnya teh rempah, kopi nyiru, air guraka, dan produk lain yang fokus pada olahan rempah,” ujar Iin, Jumat (19/12/2025).
Ia menegaskan, inovasi yang dilakukan Ne Gam Macahaya bertujuan memberi nilai tambah bagi konsumen, bukan semata-mata rasa. Salah satu produk unggulan yang menjadi best seller adalah sirup pala, yang memanfaatkan kandungan alami buah pala seperti antioksidan dari minyak atsiri, sifat anti-inflamasi, serta efek menghangatkan tubuh.
“Di sini kami lebih menekankan fungsi sebagai pangan fungsional. Senyawa minyak atsiri dalam pala salah satunya berfungsi untuk relaksasi. Jadi, secara tidak langsung bisa membantu orang yang susah tidur. Daripada langsung ke obat-obatan, lebih baik ke minuman fungsional seperti sirup pala,” jelasnya.
Selain sirup pala original dan rempah, Ne Gam Macahaya juga memproduksi teh rempah, teh telang, manisan pala, serta produk olahan perikanan seperti abon dan stik. Harga produk dibanderol terjangkau, mulai dari Rp25.000 hingga Rp45.000.
Produk-produk tersebut kini dapat ditemukan di Swalayan Tara No Ate dan sejumlah pusat oleh-oleh khas Maluku Utara di Ternate. Pemasaran juga telah merambah platform digital melalui marketplace, Instagram, Facebook, serta pemesanan via WhatsApp, dengan jangkauan pelanggan hingga luar Pulau Jawa. Bahkan, Ne Gam Macahaya melayani permintaan khusus konsumen dengan kebutuhan kesehatan tertentu, seperti produk tanpa gula.
Lebih dari sekadar bisnis, Iin menaruh perhatian pada dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ne Gam Macahaya memberdayakan tenaga kerja harian dari warga lokal serta menjalin kerja sama langsung dengan petani sebagai pemasok bahan baku.
“Kami bekerja sama dengan petani lokal. Mereka tahu kami mengolah pala dan cengkeh, jadi biasanya langsung memasok ke kami. Untuk bahan lain seperti kenari dari Makian, kami juga bekerja sama dengan petani setempat,” tambahnya.
Meski telah meraih berbagai penghargaan—termasuk apresiasi dari Disnakertrans pada 2024—Iin menilai pencapaian terbesar adalah manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Ke depan, ia mengaku fokus memperbaiki sistem produksi sebagai persiapan memenuhi target pasar ekspor.
Iin pun berpesan kepada para pelaku usaha pemula agar tidak ragu memulai dan berinovasi.
“Jangan takut memulai. Banyak membaca, karena peluang bisa datang dari media sosial atau platform online. Dari situ kita olah menjadi inovasi sederhana, dengan referensi bacaan dan masukan untuk perbaikan formulasi,” tutupnya.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
