Membaca Realitas

ASDP Ternate Uji Coba Layanan 24 Jam Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

TERNATE, Kalesang – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ternate memperkuat strategi operasional di sejumlah lintasan penyeberangan di Maluku Utara menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik.

General Manager ASDP Cabang Ternate, Mushar Usman, mengatakan pihaknya saat ini memprioritaskan kelancaran arus transportasi pada jalur-jalur utama penyeberangan.

“Seluruh perhatian kami difokuskan pada pelayanan di semua lintasan penyeberangan di Maluku Utara, agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat terlayani dengan baik dan arus transportasi tetap lancar,” ujar Mushar, Selasa (17/3/2026).

Berdasarkan proyeksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17 hingga 19 Maret 2026. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ASDP mulai melakukan uji coba operasional 24 jam di lintasan Bastiong, Ternate menuju Sofifi, Tidore Kepulauan.

“Kami akan melakukan uji coba operasional 24 jam di lintasan Bastiong–Sofifi. Ini masih bersifat sementara untuk melihat efektivitas pelayanan apabila penyeberangan dilakukan tanpa henti selama satu hari penuh,” jelasnya.

Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai antrean kendaraan dan penumpang yang biasanya meningkat saat puncak musim mudik. Selain itu, ASDP juga memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 22 hingga 24 Maret 2026.

Dari sisi layanan tiket, Mushar menegaskan bahwa seluruh transaksi di pelabuhan yang dikelola ASDP Cabang Ternate kini telah menerapkan sistem non-tunai melalui aplikasi Ferizy. Kebijakan ini berlaku di Pelabuhan Bastiong, Pelabuhan Rum, dan Pelabuhan Sofifi.

“Seluruh pembelian tiket sudah menggunakan sistem non-tunai atau buy online melalui aplikasi Ferizy,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menyiapkan metode pembayaran non-tunai sebelum tiba di pelabuhan serta menghindari pembelian tiket dari pihak tidak resmi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membeli tiket dari pihak yang tidak berwenang, karena pembelian resmi hanya melalui loket ASDP atau aplikasi Ferizy,” tambahnya.

Memasuki hari H hingga H+2 Lebaran, fokus operasional akan dialihkan ke lintasan Bastiong–Rum yang dikenal memiliki mobilitas tinggi untuk aktivitas silaturahmi antar-pulau.

Untuk mendukung hal tersebut, ASDP menyiagakan armada berkapasitas besar, termasuk KMP Portlink VIII dengan bobot sekitar 2.100 Gross Tonnage (GT).

“Dengan pengaturan ini, kami berharap masyarakat yang berangkat dari Bastiong menuju Rum pada pagi hari dapat kembali ke Ternate tanpa harus menunggu antrean penyeberangan hingga dini hari,” pungkas Mushar.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar